Blok Sanga-Sanga Kapalkan LNG Perdana

News - Anastasia Arvirianty, CNBC Indonesia
13 November 2018 17:48
Blok Sanga-Sanga Kapalkan LNG Perdana
Jakarta, CNBC Indonesia- PT Pertamina (Persero) telah melakukan pengapalan perdana atas penjualan Liquid Natural Gas (LNG) yang merupakan kargo LNG pertama dari blok Sanga-Sanga yang dikelola oleh PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS), sekaligus merupakan kargo LNG pertama semenjak diterapkannya pengelolaan blok migas dengan skema Gross Split di Indonesia.

Pengapalan perdana atas penjualan LNG tersebut dilakukan pada hari Minggu, 11 November 2018.




Dalam kesempatan ini Direktur PT Pertamina Hulu Sanga Sanga Andi Wisnu mengatakan, pencapaian ini tidak terlepas dari dukungan, arahan, dan saran semua pihak, baik dari SKK Migas, pemerintah, dan Lembaga Manajemen Aset Negara, mulai dari masa persiapan, pemrosesan, hingga pengapalan LNG dari kilang LNG Badak yang dikelola oleh PT Badak NGL, yang berlokasi di Bontang, Kalimantan Timur.

"Keberhasilan komersialisasi dan monetisasi LNG dalam era Gross Split ini menjadi pembuktian Pertamina sebagai perusahaan migas kelas dunia. Seluruh komponen anak bangsa patut mendukung dan mensukseskan era Gross Split ini sebagai sistem tata kelola baru di dunia industry minyak dan gas bumi di Indonesia," ujar Andi melalui keterangan resminya, Selasa (13/11/2018).

Sebelumnya, Blok Sanga-Sanga dialihkelolakan kepada PHSS dengan konsep Gross Split dalam pengelolaannya, berdasarkan Kontrak Bagi Hasil  (KBH) antara PHSS dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) yang disetujui oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral pada 20 April 2018.

Adapun, sebelum pengiriman kargo LNG perdana ini, anak usaha lain dari Pertamina, yakni PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) juga telah melakukan lifting perdana sebesar 60 ribu barel minyak mentah dari Terminal Lawe Lawe, Penajam, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur pada Selasa (30/10/2018).

Minyak mentah dari Blok East Kalimantan -  Attaka tersebut akan diolah menjadi bahan bakar minyak (BBM) di kilang Pertamina, Refinery Unit V Balikpapan.

"Lifting minyak mentah pertama kali Pertamina Hulu Kalimantan Timur  tepat sepekan setelah operator pengelolaan diserahkan kepada Pertamina. Dan ini merupakan wujud nyata dukungan serta komitmen PHKT terhadap pemenuhan kebutuhan energi dalam negeri.," kata Direktur PHKT Feri Sri Wibowo, melalui keterangan resminya, Rabu (31/10/2018).

Pada lifting kali ini, minyak mentah dialirkan melalui pipa dari Terminal Lawe Lawe ke Refinery Unit V Balikpapan sebesar 60,000 bbls dan pada waktu bersamaan PHKT melaksanakan pengoperasian pengapalan pertama dari Terminal Santan untuk produk kondensat (BRC). Minyak mentah yang dialirkan merupakan hasil produksi dari lapangan dari Wilayah Kerja East Kalimantan - Attaka yang yang dioperasikan oleh PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur.

Pertamina Hulu Kalimantan Timur merupakan cucu perusahaan Pertamina, yang mengelola Blok East Kalimantan - Attaka sejak 24 Oktober 2018, setelah prosesi alih kelola dari PT Chevron Indonesia Company (CICO). Data pada akhir September 2018, produksi minyak dan kondensat WK East Kalimantan-Attaka sebesar 13.220 barel minyak per hari (bopd) dan gas sebesar 69,44 juta kaki kubik per hari (MMSCFD). (gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading