Dari 34 Laku 6, Lelang Blok Migas RI di 2018 Terseok-seok

News - Anastasia Arvirianty, CNBC Indonesia
06 November 2018 16:20
Dari 34 Laku 6, Lelang Blok Migas RI di 2018 Terseok-seok
Jakarta, CNBC Indonesia- Sudah tiga tahap lelang dibuka pemerintah lewat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Total sudah ada 34 blok yang ditawarkan pemerintah kepada para pengusaha migas tanah air. Namun, dari sebanyak itu, yang mendapatkan pemenangnya bisa dihitung jari.

Misalnya, pada lelang tahap I, terdapat 24 blok yang dilelang oleh pemerintah, rinciannya 19 lelang reguler, dan lima penawaran langsung atau hasil studi bersama. Dari 24 ditawarkan, yang laku hanya empat blok saja, itu pun blok hasil penawaran langsung. 




Sedangkan, bagaimana sisa yang 19? 
Sejak lelang reguler dibuka oleh pemerintah, 19 blok migas atau wilayah kerja yang ditawarkan hingga saat ini belum mampu mendatangkan kontraktor yang sudi berinvestasi di Indonesia.

Sebelumnya, pemerintah sesumbar 5 dari 19 blok tersebut sudah dilirik investor. Tak tanggung-tanggung, tujuh investor besar sekaligus. Lima blok migas yang diminati adalah Blok Air Komering, Bukit Barat, Andika Bumi Kita, Southeast Mahakam, serta Ebuni. Perusahaan yang tertarik menggarap lima blok ini yakni perusahaan migas nasional dan internasional.

Tapi niatan tujuh investor ini tampaknya berujung hampa. Sebab, sampai tenggat pendaftaran dan pengembalian dokumen berakhir, tak satupun investor yang mengembalikan dokumen lelang untuk menindaklanjuti niat bisnisnya. 



Pemerintah pun mengklaim, alasan para investor tak kembalikan dokumen lebih disebabkan masalah waktu. Para investor, katanya, butuh waktu lebih panjang untuk mendalami wilayah kerja dan keekonomian yang ditawarkan, berbeda dengan sistem join study yang sudah dimulai dari jauh-jauh hari. 

Untuk itu, pemerintah membuka kesempatan kedua bagi investor untuk melirik blok-blok migas yang tidak laku ini. Maka, dibukalah lelang blok migas tahap II. Blok yang dilelang pun ada enam, terdiri dari tiga blok produksi dan tiga blok eksplorasi. 

Tiga blok produksi yang ditawarkan yakni blok Makassar Strait, blok Selat Panjang, dan blok South Jambi B. Sedangkan tiga blok eksplorasinya adalah Andika Bumi Kita, blok Southeast Mahakam, dan blok Banyumas

Harapannya, tentu seluruh blok yang ditawarkan laku. Tetapi, faktanya, hanya dua dari enam yang pada akhirnya memiliki pengelola. Satu blok produksi, yakni blok Banyumas, dan satu blok terminasi, yaitu blok South Jambi B.

Adapun, untuk blok eksplorasi Andika Bumi Kita dan Southeast Mahakam tidak memiliki pemenang, sebab tidak ada yang mengakses dan memasukkan dokumen penawaran. Sedangkan untuk blok Makassar Strait dan Selat Panjang, pemerintah menilai masih ada persyaratan yang kurang sehingga tidak bisa memenuhi kriteria menjadi pemenang.

"Bagi blok yang tidak laku, maka ada kemungkinan akan kami masukkan dalam lelang tahap selanjutnya. Yang akan diharapkan akan dibuka lelangnya pekan depan. Terdiri dari blok-blok yang sudah atau sedang melakukan join study, dan akan ditutup sebelum akhir tahun. Jadi penentuan pemenang bisa segera," kata Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar kepada media saat mengumumkan pemenang lelang tersebut, di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (22/10/2018).

Syahdan, akhirnya pemerintah membuka lelang blok migas konvensional tahap III. Ada empat blok yang dilelang, yakni blok South Andaman, blok South Sakakemang, blok Anambas, dan blok Maratua. Seluruhnya adalah blok baru. Adapun, khusus untuk blok Maratua, usulan penawaran langsung oleh Pertamina, dan sesuai Permen 35/2008 blok ini khusus hanya ditawarkan kepada Pertamina, dan tidak terbuka untuk peserta lelang lainnya.

Kalau begitu, yang blok-blok yang tidak laku sebelumnya mau dikemanakan?
"Sabar, satu-satu dilelangnya. Ibarat main golf kan, kalau gagal, jangan dia lagi, antri lagi dari awal," tandas Dirjen Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Djoko Siswanto kepada media ketika dijumpai di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (5/11/2018). (gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading