Mulai Operasi April, Tangki Arun Bakal Dipasok LNG Australia

News - Anastasia Arvirianty, CNBC Indonesia
25 March 2019 11:46
Mulai Operasi April, Tangki Arun Bakal Dipasok LNG Australia
Jakarta, CNBC Indonesia- Instalasi penyimpanan LNG atau LNG hub yang dikelola oleh PT Perta Arun Gas, akan mulai beroperasi pada 2 April 2019 mendatang.

"Betul, pada 2 April LNG hub Arun akan diresmikan oleh Plt. Gubernur Aceh dan Dirjen Bea Cukai," ujar Direktur Utama PT Perta Arun Gas Arif Widodo kepada CNBC Indonesia saat dihubungi Senin (25/3/2019).




Lebih lanjut, ia menjelaskan, sehari sebelum peresmian atau pada 1 April 2019, kargo LNG dijadwalkan datang ke hub tersebut. Kargo LNG pertama yang akan menyimpannya di LNG hub adalah LNG dari Australia, sebesar 142 ribu metrik ton.

Arif juga menyebutkan, daya tampung tangki sebesar 210 ribu metrik ton. Secara keseluruhan, saat ini perusahaan memiliki lima tangki penyimpanan. Tangki 1 dan 2 dengan kapasitas masing-masing sebesar 125 ribu metrik ton digunakan untuk LNG hub.

"Tangki 3 dan 5 khusus untuk LNG-nya PLN, dan tangki 4 masih dalam perbaikan," pungkasnya.

Adapun, sebelumnya, PT Pertamina (Persero) tengah menjajaki pembangunan kilang Petrokimia di terminal LNG Arun.

"Iya ada gas kan di sana. Kami sedang lihat dan jajaki, kalau ada sumber gas dan dimungkinkan, bisa jadi salah satu alternatif kami untuk bangun kilang petrokimia di sana (Arun)," ujar Direktur Perencanaan Investasi & Manajemen Risiko Pertamina Heru Setiawan saat dijumpai di Pekanbaru, Riau, Rabu (20/3/2019).

"Jadi selain itu untuk masuk pembangkit, itu bisa untuk petrokimia juga," imbuhnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, penjajakan ini dilakukan karena melihat potensi petrokimia yang masih besar di Indonesia. Heru menuturkan, karena ke depannya petrokimia akan semakin penting, sebab dengan adanya perkembangan teknologi, kendaraan listrik, permintaan terhadap BBM juga ada kemungkinan akan menurun. Sehingga, Pertamina harus siap untuk masuk ke industri petrokimia.

Apalagi, lanjut Heru, ditambah selama ini kebutuhan petrokimia masih dipenuhi dengan impor, untuk industri otomotif, plastik, konstruksi, dan sebagainya.

"Nanti akan diekspor juga, tetapi prioritasnya untuk kebutuhan dalam negeri dulu, lalu nanti kalau ada kelebihan baru diekspor," pungkas Heru.

Saksikan video proyeksi industri migas 2019 di bawah ini:
[Gambas:Video CNBC] (gus/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading