Mesir Bisa Jadi Pintu Ekspor RI ke Pasar Afrika

News - Bernhart Farras, CNBC Indonesia
05 November 2018 12:31
Mesir Bisa Jadi Pintu Ekspor RI ke Pasar Afrika
Jakarta, CNBC Indonesia - Mesir dapat menjadi pintu masuk bagi para pengusaha Indonesia yang ingin menjajaki pasar Afrika, kata Duta Besar Indonesia untuk Mesir Helmy Fauzy saat berbincang dengan wartawan di Jakarta, Jumat (2/11/2018).

Di tengah kondisi perdagangan global yang sedang berjolak akibat perseteruan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dengan negara-negara rekan dagang utamanya, membuka pasar baru menjadi salah satu cara bagi eksportir untuk tetap bertahan.



Helmy menjabarkan bahwa pasar Mesir memerlukan beberapa suku cadang otomotif yang bisa disediakan oleh Indonesia seperti velg, karet, kopling, ban, aki, dan filter. Ia juga menambahkan strategi penetapan harga yang tepat diperlukan karena memang harga sangat menentukan pilihan konsumen di negara itu.


"Jika (harga) terlalu tinggi nanti mereka pindah ke negara yang memiliki free trade agreement," ujarnya. Ia mencontohkan Turki mendapat bea masuk 0% sementara produk ban Indonesia kena 20%.

"Tapi meskipun pajak kita tinggi dibanding negara lain, produk kita masih tetap bisa bertahan. Itu berarti produk kita bagus dan harganya kompetitif," tambahnya.

Mesir Bisa Jadi Pintu Ekspor RI ke Pasar AfrikaFoto: Ilustrasi Ratusan mobil ekspor terparkir di Tanjung Priok Car Terminal, Jakarta Utara. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Ia juga ingin mendorong pengusaha agar berani merambah pasar Mesir karena potensinya yang besar dan posisi Mesir yang bisa menjadi hub untuk produk indonesia yang ingin meraih pasar Afrika Utara dan Timur Tengah.

"Tidak hanya potensi pasar yang penduduk mesir dengan 106 juta jiwa. Tapi kita bisa meraih pasar negara Afrika, Timur Tengah, dan Eropa," kata Helmy.

Sebagai bagian dari uoaya mempromosikan bisnis Indonesia di Mesir, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) menyediakan tempat untuk pengusaha di paviliun Indonesia secara gratis di Inter Africa Trade Fair pada 11-17 Desember 2018 mendatang.

"KBRI Kairo yang akan menanggung biaya tempat agar perusahaan kita berani untuk merambah pasar Mesir dan Afrika. Ini juga di support oleh Africa Union dan Bank Africa. Agar dapat mempercepat perdagangan mereka dengan kawasan lain dan Inter Africa," kata Helmy.

Pada acara tersebut direncakan akan dihadiri lebih dari 1.000 perusahaan.



Tidak hanya pengusaha kelas kakap, KBRI juga sudah menjaling beberapa pembicaraan untuk dapat membantu Usaha Kecil Menengah (UKM).

"Saya baru berbicara dengan anggota kadin yang membawahi UKM dan kita tawarkan kalau mau akan disediakan untuk ground handling-nya juga. Tapi untuk pergi ke sana bisa bantu Kementerian Perindustrian dan Kementerian Keuangan," kata Helmy. (prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading