Jangan Kudet, Ini 5 Fakta di Balik Terusan Suez Macet Total

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
25 March 2021 19:45
This photo released by the Suez Canal Authority on Thursday, March 25, 2021, shows Lt. Gen. Ossama Rabei, head of the Suez Canal Authority, investigating the situation with  the Ever Given, a Panama-flagged cargo ship, after it become wedged across the Suez Canal and blocking traffic in the vital waterway. An operation is underway to try to work free the ship, which further imperiled global shipping Thursday as at least 150 other vessels needing to pass through the crucial waterway idled waiting for the obstruction to clear. (Suez Canal Authority via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah kapal raksasa berbendera Panama dilaporkan kandas dan melintang sehingga menutup jalur pelayaran Terusan Suez yang menghubungkan Laut Merah dan Laut Tengah di Mesir.

Dikutip AFP, kapal raksasa Ever Given yang disewa oleh perusahaan pelayaran Taiwan Evergreen Marine, terlihat menutup seluruh jalur di terusan itu. Saat ini, kapal-kapal tunda dikerahkan untuk menarik raksasa yang memiliki panjang 400 meter itu.

Berusia lebih dari 150 tahun, Terusan Suez adalah salah satu rute perdagangan terpenting di dunia dan sekitar 10% dari semua perdagangan maritim internasional melewatinya. Hampir 19.000 kapal, atau rata-rata 51,5 kapal per hari, dengan tonase bersih 1,17 miliar ton melewati kanal selama 2020, menurut Otoritas Terusan Suez (SCA).

Melihat betapa melumpuhkannya kejadian ini, ada juga fakta-fakta menarik yang merupakan dampak dari kandasnya kapal raksasa itu. Berikut rangkuman lima fakta mengenai insiden itu dikutip dari Al Jazeera, Kamis (25/3/2021).



1. Jumlah lalu lintas harian di Terusan Suez
Rata-rata, 50 kapal melewati Terusan Suez setiap hari. Menurut SCA, hampir 19.000 kapal, dengan tonase bersih 1,17 miliar ton melewati kanal itu selama tahun 2020.

2. Rute tercepat untuk transportasi minyak
Mayoritas minyak yang diangkut melalui laut melewati Terusan Suez, yang merupakan penyeberangan tercepat antara Samudera Atlantik dan Samudera Hindia, tetapi membutuhkan biaya yang besar.

Perjalanan antara pelabuhan di negara-negara Teluk ke London, misalnya, secara kasar dapat dibagi dua dengan menetapkan Suez sebagai titik tengahnya. Hal itu lebih efisien dibandingkan dengan rute alternatif di sekitar ujung selatan Afrika.

Sebagian besar isi kargo yang bergerak dari Timur Tengah ke Eropa Barat adalah minyak. Selain itu, barang-barang produksi dan biji-bijian juga sering melewati kanal itu dengan tujuan Eropa, Timur Tengah, Amerika Utara, dan Asia Timur.

3. Apa yang terjadi di Terusan Suez?
Pada Selasa (23/3/2021), sebuah kapal kontainer berbobot 200.000 ton yang menuju ke Rotterdam kandas di Canal. Lambung kapal kontainer Ever Given sepanjang 400 meter terjepit di sepanjang jalur kanal, menyebabkan kemacetan yang melibatkan ratusan kapal.

Kapal kontainer telah terapung sebagian dan lalu lintas diharapkan segera pulih, kata agen pelabuhan GAC, mengutip Otoritas Terusan Suez.

4. Apa arti insiden ini bagi perdagangan maritim?
Pemblokiran semua lalu lintas di Suez oleh Ever Given dapat berdampak besar bagi pengiriman global yang bergerak antara Laut Mediterania dan Laut Merah.

Sepuluh kapal tanker yang membawa 13 juta barel minyak mentah dapat terpengaruh oleh pelarangan tersebut, menurut perusahaan analisis minyak Vortexa. Pengubahan rute akan menambah 15 hari perjalanan Timur Tengah ke Eropa, perusahaan menambahkan.

5. Bagaimana peristiwa ini berdampak pada pasar minyak?
Harga minyak telah melonjak 2% karena insiden tersebut. Harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Mei melonjak 2,1% menjadi US$ 62,09 per barel (Rp 897 ribu), setelah jatuh 5,9% dan mencapai level terendah US$ 60,50 (Rp 874 ribu) pada hari sebelumnya.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei naik 2% menjadi US$ 58,95 (Rp 851 ribu) per barel, setelah turun 6,2% di sesi sebelumnya.



[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading