Bos Lion Air Rusdi: Kami Siap Diaudit dan Diberi Sanksi

News - Samuel Pablo, CNBC Indonesia
30 October 2018 18:51
Bos Lion Air Rusdi: Kami Siap Diaudit dan Diberi Sanksi
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemilik Lion Air Group, Rusdi Kirana, menyatakan tidak keberatan apabila perusahaannya dikenai sanksi terkait kecelakaan yang menimpa pesawat JT 610 jurusan Jakarta-Pangkal Pinang, kemarin.

Rusdi memaparkan, Lion Air patuh terhadap peraturan pemerintah. Lion, tuturnya, juga sangat bersedia untuk diaudit dan diinspeksi oleh otoritas yang berwenang.


"Kalau memang ada hasil temuan yang menyebut kita salah, kita enggak keberatan dikenakan penalti. Kita enggak keberatan," kata Rusdi usai bertemu keluarga korban di Crisis Center Lion Air Hotel Ibis Jakarta Sentral Cawang, Selasa (30/10/2018).


"Karena bagi kita, kita yakini apa yang kita lakukan perlu diketahui, Lion Air sudah mendapatkan IOSA (IATA Operational Safety Audit), itu sertifikasi tertinggi untuk bidang keselamatan. Kita enggak tahu kejadian ini, dan terlalu awal untuk berspekulasi."

Bos Lion Air Rusdi: Kami Siap Diaudit dan Diberi SanksiFoto: infografis/JATUHNYA LION AIR BOEING 737 MAX 8/Aristya Rahadian Krisabella


Namun, ia meminta agar sanksi yang dijatuhkan kepada Lion tidak didasari oleh emosi. Pasalnya, Rusdi mengatakan Lion Air Group saat ini memiliki karyawan hingga 30.000 oran dan mengangkut sekitar 200.000 penumpang per hari.

"Kita berusaha yang terbaik, tapi kembali kejadian ini kita terlalu awal kalau kita bicara siapa yang salah. Tapi kita minta ada fairness. Kita tidak minta itu justifikasi karena emosi," ujar Rusdi.

"Kita satu hari ngangkut penumpang itu 200.000, dan masih juga penumpang yang lain ke depannya memerlukan. Tapi kalau hasil auditnya kita salah, ya silakan penaltinya apa. Kan semua harus mengacu kepada aturan dan UU, tidak bisa berdasarkan emosi."
(ara/wed)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading