Pertamina Buka Suara Soal Maju Mundur Kenaikan Harga Premium

News - Anastasia Arvirianty, CNBC Indonesia
10 October 2018 19:26
Pertamina Buka Suara Soal Maju Mundur Kenaikan Harga Premium
Jakarta, CNBC Indonesia- Baru selang satu jam setelah mengumumkan harga Premium akan dinaikkan, kini pemerintah memutuskan untuk menunda kenaikan itu. PT Pertamina (Persero) sebagai BUMN yang jalankan distribusi bensin tersebut pun angkat bicara.

VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Adiatma Sardjito mengatakan perusahaan akan membahasnya dengan pemegang saham terlebih dahulu.




"Kenaikan Premium, ini Pertamina sedang bahas dengan pemegang saham. Pertamina butuh waktu untuk persiapan. Ini kajian komprehensif dari mulai harga sampai kesiapan di lapangannya seluruh Indonesia," ujar Adiatma ketika dihubungi Rabu (10/10/2018).

Menunggu kesiapan yang dimaksud salah satunya yakni terkait masalah harga, melihat harga minyak tiga bulan terakhir. Adapun, terkait pasokannya, Adiatma mengklaim tidak ada masalah.

"Pasokan tidak ada masalah, ini lebih kepada masalah harga dan keputusannya. Premium ini kan JBKP (jenis bahan bakar minyak khusus penugasan), Ini ada di Perpres 191/2014 ini kewenangan pemerintah. Pertamina melaksanakan apa yang diputuskan pemerintah," kata Adiatma.

Adiatma pun mengatakan, Pertamina menyambut baik apabila pemerintah menetapkan kenaikan harga jual BBM Premium tersebut. Pasalnya, secara otomatis tentu akan mengurangi beban dari perusahaan migas pelat merah tersebut.

Memang, sebelumnya, di lobi hotel Sofitel Bali Menteri ESDM Ignasius Jonan mengumumkan rencana menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium, dari Rp 6.550 per liter jadi Rp 7.000 per liter. 

Kenaikan harga BBM premium ini menyusul kenaikan harga pertamax cs yang sebelumnya sudah diumumkan oleh PT Pertamina (Persero) pada siang tadi pukul 11.00 WIB.



Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan pun membeberkan alasan di balik keputusan Presiden Joko Widodo menaikkan harga BBM beroktan 88 ini. Pastinya adalah kenaikan harga minyak dunia, sebagai pendorong kenaikan harga BBM.

"Terakhir dengan mempertimbangkan bahwa minyak brent US$ 85 per barel, dan kenaikan harga minyak dari Januari kira-kira hampir 30% kenaikannya, dan juga ICP (harga minyak nasional) kurang lebih 25% kenaikannya," kata Jonan saat menggelar konferensi pers di Hotel Sofitel, Bali, Rabu (10/10/2018).

Namun, dalam jeda satu jam kebijakan sepenting menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) berubah-ubah. Dari yang semula ingin dinaikkan, kini diumumkan dibatalkan. 

Pengumuman batal naiknya harga BBM Premium diumumkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

"Sesuai arahan bapak Presiden rencana kenaikan harga premium di Jamali menjadi Rp 7.000 dan di luar Jamali menjadi Rp 6.900, secepatnya pukul 18.00 hari ini, agar ditunda dan dibahas ulang sambil menunggu kesiapan PT Pertamina," ujar Menteri ESDM Ignasius Jonan dalam keterangan tertulisnya, Rabu (10/10/2018).

(gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading