Internasional

Teken Kontrak Miliaran Dolar, Putin-Modi Berpelukan

News - Ester Christine Natalia, CNBC Indonesia
05 October 2018 20:28
Teken Kontrak Miliaran Dolar, Putin-Modi Berpelukan
Jakarta, CNBC Indonesia- Hubungan Pemimpin Rusia Vladimir Putin dan Perdana Menteri India Narenda Modi semakin hangat, paska mereka mengumumkan serangkaian kesepakatan kerjasama senilai miliaran dolar pada Jumat (5/10/2018).

Dikutip dari AFP, rangkaian pertemuan yang membahas bisnis ini diawali dengan kedua pimpinan negara berpelukan. Dari sumber AFP di India, diketahui bahwa kehangatan dua negara ini di antaranya berlanjut ke sektor militer berupa sistem misil darat ke udara S-400 senilai US$5,2 miliar (Rp 78,9 triliun).




Kesepakatan yang diteken India ini dinilai sebagai upaya negara bollywood tersebut menyeimbangkan posisinya di antara Moscow, Washington, sambil mewaspadai China.


Kesepakatan lain termasuk jalur kereta, pupuk dan luar angkasa. Rusia akan melatih kru astronot pertama India untuk misi luar angkasa di tahun 2022.

"Kami menyambut Anda sebagai seorang pemimpin sebuah negara yang memiliki hubungan tiada duanya dengan kami," kata Modi dalam konferensi pers gabungan. "Hari ini kami telah mengambil keputusan yang akan membuat hubungan jangka panjang kita semakin kuat."



Rusia "kembali menegaskan dukungan kuat terhadap India untuk keanggotaan permanen di dalam Dewan Keamanan PBB yang diperluas" dan supaya India bergabung ke negara-negara Kelompok Pemasuk Nuklir (Nuclear Suppliers Group) yang mengendalikan akses terhadap teknologi nuklir, menurut pernyataan gabungan.



Pertemuan itu juga mengungkapkan Rusia berpotensi membangun sebuah pembangkit listrik tenaga nuklir baru di India. India juga membayar US$2 miliar ke Rusia untuk kapal frigate dan US$1 miliar untuk helikopter, meski kedua kesepakatan itu tidak dicantumkan di dalam pernyataan bersama.

Hubungan AS-Rusia merenggang sejak Perang Dingin.

Relasi semakin renggang pekan ini seraya AS menuduh Moscow sebagai dalang dari serangkaian serangan siber global.

Meskipun begitu, Washington berada di posisi yang rumit dengan India karena negara itu berupaya menggalang dukungan dari India sebagai raksasa Asia guna melawan China yang semakin mengganas. Hal itu juga mengganggu New Delhi.


Tahun lalu, India dan China mengalami kebuntuan militer karena dataran tinggi Himalaya yang diklaim baik oleh Beijing maupun Bhutan, sekutu dekat India.



China juga membuat India gelisah dengan meminjamkan banyak uang ke negara-negara Samudra Hindia, yang sudah lama dikuasai oleh Delhi.

"Penting bagi India untuk mempertahankan hubungan bersahabat dengan Rusia sehingga mereka tidak benar-benar bergeser ke kubu China," kata Manoj Joshi dari think-tank Observer Research Foundation yang berbasis di New Delhi.

"Juga, faktanya tidak seperti AS, kepentingan kawasan Rusia sangat bertindihan dengan kebijakan kawasan India," katanya kepada AFP.


Minyak Iran
Rusia dan India memiliki hubungan yang dekat sejak tahun 1950-an. Moscow tetap menjadi sumber pasokan senjata terbesar seraya negara itu bersiap menerima potensi ancaman dari China dan Pakistan.



India juga dibuat kesal oleh keputusan Trump untuk keluar dari kesepakatan nuklir di tahun 2015 antara negara-negara utama di dunia dan Iran, yang notabene pemasok minyak utama untuk India.

Sementara itu, nilai perdagangan tahunan India-Rusia telah turun ke bawah US$10 miliar sejak 2014.

Sebab, Modi membangun hubungan diplomasi dan ekonomi yang lebih dekat dengan Washington, sementara Rusia mendekati China dan Pakistan.

Andrei Kostin, Presiden bank milik negara Rusia VTB, mengatakan di Delhi pada hari Jumat bahwa kedua negara ingin menaikkan aliran barang dan jasa dua arah menjadi tiga kali lipat ke US$30 miliar. "Kami memiliki kerja sama strategis dan dialog yang sangat harmonis di tingkat politik," kata Kostin kepada para reporter.





(gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading