Kena Sanksi, Elon Musk Malah Cibir Otoritas Bursa AS

News - Ester Christine Natalia, CNBC Indonesia
05 October 2018 20:02
Elon Musk berulah lagi, cibir otoritas pasar modal akibat sanksi yang dijatuhkan ke dirinya
New York, CNBC Indonesia- Elon Musk, CEO Tesla Inc, pada hari Kamis (4/10/2018) mencibir Komisi Sekuritas dan Bursa (Securities and Exchange Commission/SEC) hanya selang beberapa jam setelah jaksa federal memerintahkan Musk dan regulator untuk membenarkan penyelesaian penipuan mereka.

Penyelesaian tersebut membiarkan Musk tetap menduduki posisi CEO."Cuma mau [bilang] bahwa Shortseller Enrichment Commission melakukan pekerjaan yang luar biasa," tulis Musk di Twitter. "Dan perubahan namanya sangat mencolok!"




Shortseller adalah istilah untuk investor yang menginginkan harga saham sebuah perusahaan jatuh supaya bisa membeli sahamnya dengan harga lebih rendah. Musk sering kali mengkritik investor semacam itu.

Cuitan tersebut muncul lima hari setelah Musk menyelesaikan gugatan SEC bahwa dia memperdaya para investor melalui cuitan tertanggal 7 Agustus. Gugatan termasuk menyasar cuitan yang menyebut adanya "pendanaan yang diamankan" untuk mengakuisisi Palo Alto, perusahaan tertutup milik Musk di California, dengan harga US$420 (Rp 6,3 juta) per lembar saham.

Musk setuju membayar denda sebesar U$20 juta, serta lengser dari jabatannya di Tesla selama tiga tahun untuk menuntaskan gugatan yang bisa memaksanya keluar dari Tesla. Perusahaan itu juga mau membayar denda sebesar US$20 juta walau tidak dikenakan tuntutan penipuan.

Tesla maupun SEC enggan berkomentar terkait hal ini.
Mantan pengacara SEC mempertanyakan pesan moral dari cuitan Musk, tetapi mengatakan cuitan itu tidak akan membahayakan kesepakatan yang mencegah Musk menyangkal melakukan kesalahan ataupun menyebut dugaan regulator tidak benar.

"Menurut saya SEC akan melihat ini sebagai sebuah penyangkalan dari fakta-fakta yang diduga," kata Peter Henning, profesor hukum di Wayne State University di Detroit, dilansir dari CNBC International. "Namun Anda tidak melakukan tembakan tanpa sebab ke SEC. Tidak ada pergerakan nyata."

Pernyataan Musk di Twitter muncul kurang dari empat jam setelah Alison Nathan, Jaksa Distrik AS di Manhattan, memerintahkan Musk dan SEC untuk menjelaskan mengapa penyelesaian mereka adil, mendasar dan tidak akan merugikan kepentingan publik. Penjelasan itu diminta dilakukan dalam bentuk surat gabungan pada tanggal 11 Oktober.

Nathan berkata meminta surat semacam itu adalah hal yang lazim dia lakukan."Dia mungkin ingin tahu mengapa Tesla membayar denda karena CEO-nya tidak tahu kapan harus tutup mulut," kata Adam Pritchard, profesor hukum di University of Michigan dan mantan pengacara SEC.
Artikel Selanjutnya

Tesla Tutup Selusin Fasilitas Bisnis Tenaga Surya di 9 Kota


(gus)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading