Internasional

Otoritas Bursa: Pilihan Harga Saham Tesla Merujuk pada Ganja

Market - Ester Christine Natalia, CNBC Indonesia
28 September 2018 17:06
CEO Tesla Elon Musk memilih angka US$420 sebagai harga saham untuk wacana go private karena merujuk pada ganja, kata SEC.
Jakarta, CNBC Indonesia - CEO Tesla Elon Musk memilih angka US$420 (Rp 6.2 juta) sebagai harga saham dalam wacana penarikan saham perusahaan dari bursa (go private) di bulan Agustus karena angka tersebut adalah rujukan untuk ganja. Dugaan tersebut disampaikan oleh Komisi Sekuritas dan Bursa (Securities and Exchange Commission/ SEC) dalam konferensi pers hari Kamis (27/9/2018).

SEC menggugat Musk karena melakukan penipuan dan menuduh si CEO Tesla membuat "cuitan palsu dan menyesatkan", serta gagal memberitahu regulator dengan cara yang pantas tentang rencana perusahaan itu.



Musk mengatakan dugaan SEC "tidak berdasar" dan bahwa dia bertindak untuk kepentingan terbaik investor.


"Kami menduga Musk sampai ke harga US$420 dengan mengasumsikan premium 20% dari harga saham Tesla ketika itu, kemudian membulatkannya menjadi US$420 karena makna angka itu di budaya ganja, dan dia yakin pacarnya akan terhibur dengan itu," kata Steven Peikin, Wakil Direktur Pelaksanaan SEC, dalam konferensi pers.

Juru bicara Tesla mengatakan kepada CNBC International pada hari Jumat (28/9/2018) bahwa perusahaan tidak memiliki komentar tambahan terkait dugaan Peikin.

Pada bulan Agustus, Musk bercuit bahwa dia mempertimbangkan untuk membuat Tesla menjadi perusahaan tertutup. Dia menambahkan, "Pendanaan sudah diamankan."

Cuitan itu membuat saham Tesla anjlok selama berminggu-minggu. Musk kemudian menjelaskan bahwa dia sudah berdiskusi dengan dana kekayaan negara (sovereign wealth fund) Arab Saudi dan percaya diri pendanaan akan dilakukan dengan harga yang diusulkan, yakni US$420 per saham.

Otoritas Bursa: Pilihan Harga Saham Tesla Merujuk pada GanjaFoto: CEO Tesla Elon Musk (REUTERS/Noah Berger)
Tesla dan jajaran direksi membela Musk pada hari Kamis. Perusahaan merilis pernyataan yang berkata, "Tesla dan jajaran direksi sepenuhnya percaya pada Elon, integritas dan kepemimpinannya di perusahaan, yang menghasilkan perusahaan otomotif AS tersukses sepanjang abad."

"Pemilihan waktu [gugatan] ini bisa lebih buruk dari posisi pasar otomotif," kata Rebecca Lindland, Analis Eksekutif di Kelley Blue Book, kepada CNBC International.

Tesla menghadapi "banyak kompetisi dari BMW, Audi, Jaguar - tingkat persaingan di pasar kendaraan listrik mewah meningkat," tambahnya.

Menurut Lindland, kemungkinan besar Musk tidak akan memilih untuk mundur dari posisinya. Dia menambahkan bahwa dia juga tidak melihat direksi Tesla meminta Musk diberhentikan.

Saham Tesla turun tajam dalam perdagangan after-hours hari Kamis.



Sebagian besar kapitalisasi pasar Tesla senilai US$52,4 miliar berkaitan dengan kehadiran Musk di perusahaan, kata D.R. Barton selaku Direktur Analis Teknikal di Moneymorning.com kepada CNBC International hari Jumat.

"Banyak kapitalisasi pasar yang berdasarkan pada kepribadian Musk kuat," katanya. "Saya punya kawan-kawan milenial di Silicon Valley yang sangat ingin bekerja untuk Elon Musk. Jadi, tanpa dia, [Tesla] hanyalah sebuah mobil yang dirancang dengan baik oleh perusahaan berutang banyak dan membakar terlalu banyak uang."
Artikel Selanjutnya

Otoritas Bursa AS Seret CEO Tesla Elon Musk ke Pengadilan


(prm)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading