Dubes AS: 90 Tahun, Chevron Sumbang US$ 200 M Buat RI

News - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
27 September 2018 11:15
AS sebut Chevron punya kontribusi besar ke RI selama 90 tahun beroperasi
Jakarta, CNBC Indonesia- Amerika Serikat menekankan kembali kontribusi perusahaan negara adidaya ini kepada Indonesia, setelah puluhan tahun menjalin hubungan dagang dan ekonomi.

Salah satunya adalah kontribusi lewat sektor migas yang diwakili oleh Chevron. "Chevron, sebagai contoh, 90 tahun di Indonesia dan menyediakan bidang pekerjaan kualitas tinggi dan penghasilan besar untuk masyarakat, serta telah menyumbang pendapatan pemerintah Indonesia sebesar US$ 200 miliar. Sekitar 97% dari total karyawannya yang berjumlah 4.700 orang adalah Indonesia." ujar Duta Besar AS untuk Indonesia Joseph R. Donovan, Jr., dalam pidato pembukaannya di Konferensi Tingkat Tinggi Investasi AmCham, Kamis (27/9/2018).




Donovan mengatakan AS ingin terus memperdalam kerjasama dan hubungan dagang dan ekonomi dengan Indonesia. "Amerika Serikat ingin berkontribusi kepada kesejahteraan Indonesia melalui kemitraan dengan sektor swasta yang terbangun dari perdagangan yang adil dan saling timbal balik, lingkungan investasi yang terbuka, perjanjian antar negara yang transparan dan konektivitas yang lebih baik," katanya.

Ia juga mengatakan investasi AS telah menyentuh hampir semua sektor ekonomi di Indonesia, dari mulai komoditas, manufaktur, hingga jasa, dan menghasilkan miliaran dolar dalam bentuk modal serta membantu menciptakan lapangan kerja bagi jutaan tenaga kerja Indonesia.

Dalam pidatonya, Donovan mengatakan AS dan perusahaan-perusahaannya bangga menjadi partner Indonesia dalam menjadikan Indonesia negara yang sukses. Ia memuji pencapaian Indonesia di mana tingkat kemiskinannya saat ini hanya 10%, tingkat kemiskinan terendah dalam sejarah Indonesia, turun dari 25% pada 20 tahun lalu.
Namun, ia juga mengatakan masih banyak lagi yang harus dikerjakan untuk semakin memajukan ekonomi Indonesia.

"Indonesia telah menunjukkan catatan kesuksesan dalam hal pembangunan. Tentu saja, banyak yang masih harus dikerjakan, namun tentu saja banyak hal yang Indonesia bisa banggakan." Katanya.
Artikel Selanjutnya

Nasib Blok Minyak Raksasa RI di Ujung Tanduk, Ini Upaya SKK!


(gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading