'Harga Minyak Tembus US$ 80/Barel, Harus Ada APBN-P'

News - Anastasia Arvirianty, CNBC Indonesia
24 September 2018 20:27
'Harga Minyak Tembus US$ 80/Barel, Harus Ada APBN-P'
Jakarta, CNBC Indonesia- Harga minyak jenis Brent sudah menembus US$ 80 per barel untuk kontrak pengiriman November 2018. Pengamat energi Komaidi Notonegoro menilai, hal ini pada dasarnya sudah bisa diprediksi oleh pemerintah.

"Pemerintah saya rasa pada dasarnya sudah tahu kalau ini akan overquota, tapi sudah memilih untuk tidak ada APBNP, jadi kemungkinan besar akan ditanggung Pertamina, dan akan menambah beban perusahaan," ujar Komaidi kepada CNBC Indonesia saat dihubungi Senin (24/9/2018).




Sehingga, menurutnya, secara ideal, mestinya Pemerintah menambah kuota subsidi di APBN, dan melakukan APBNP. Atau, menaikkan harga BBM.

"Pilihannya cuma dua, naikkan harga BBM atau naikkan kuota subsidi. Sebenarnya, menurut saya, menambah nilai subsidi bukan termasuk opsi, tapi Pemerintah sekarang menempuh itu. Jadi konsekuensinya ya APBN membengkak, atau daya beli masyarakat yang dikurangi dengan menaikkan harga BBM," terangnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh anggota Komisi VII DPR fraksi Partai Gerindra Ramson Siagian. Ia mengatakan, APBNP bisa menjadi salah satu solusi supaya bisa menambah subsidi belanja negara dan menambah penerimaan negara dari PNBP migas.

Lebih lanjut, ia mengatakan, proses pembahasan untuk APBNP tidak terlalu lama, dan ada pergeseran asumsi makroekonomi tahun ini. Namun, dari situ akan memengaruhi penerimaan dan belanja negara. Ia mengatakan, penerimaan akan meningkat dari PNBP khususnya terbesar dari PNBP migas, dan pertambahan belanja jika dialokasikan untuk subsidi BBM jenis Premium biarpun itu adalah BBM penugasan.

"Kalau penugasan memang harus ada rapat pemerintah dengan DPR, tapi kalau harga Premium tetap sekarang, Pertamia akan hadapi persoalan karena lebih dari sekitar 800 ribu barel per hari minyak diimpor. Ini yang menjadi masalah yang dihadapi Pertamina," pungkas Ramson. (gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading