Internasional

AS Ajak Eropa Sama-Sama 'Lawan' China

News - Ester Christine Natalia, CNBC Indonesia
07 September 2018 18:59
AS Ajak Eropa Sama-Sama 'Lawan' China
Brussels, CNBC Indonesia- Amerika Serikat meminta Uni Eropa untuk mengatasi perselisihan dagang mereka dan justru mengajak bersama-sama menghadapi "Agresi Ekonomi" China.

Hal ini dikatakan oleh Duta Besar untuk Uni Eropa yang baru, Gordon Sondland, pada Jumat (7/9/2018). Scondland mengatakan hal tersebut di kolom opini Politico Europe, menyebut bahwa Washington dan Brussels perlu memanfaatkan momentum baru dari kesepakatan di Juli lalu, di mana produk mobil Eropa dibebaskan dari tarif impor Amerika Serikat.




"Saya melihat peluang nyata bagi hubungan transatlantik untuk menjadi dorongan yang mengurangi agresi ekonomi dan praktik perdagangan tidak adil China," kata Sondland. Dia menyebutkan sejumlah kekhawatiran seperti produksi China yang berlebihan, subsidi negara dan peraturan-peraturan yang mewajibkan perusahaan asing membagikan pengetahuan mereka dengan perusahaan China.

"Kita semua memiliki kepentingan bersama dalam melihat China menawarkan akses pasar yang lebih besar dan melenyapkan praktik perdagangan tidak adil, dan bersama-sama kita bisa mendesak China untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memungkinkan ekonomi beroperasi lebih adil," kata Sondland, dengan nada konstruktif meski terdapat tensi UE-AS yang belakangan terjadi.

Keputusan Trump untuk keluar dari kesepakatan nuklir Iran, penerapan tarif impor terhadap ekspor logam UE dan pendirian yang kukuh bahwa para sekutu AS meningkatkan belanja militer dan menurunkan tarif impor telah menggulingkan ikatan transatlantik yang hangat dan berlangsung lama.

Meski terdapat tarif impor Trump terhadap ekspor Eropa, Brussels sama-sama merasakan kekhawatiran Washington tentang pasar China yang tertutup, serta apa yang pemerintah Barat sebut sebagai dominasi perdagangan global Beijing lewat intervensi dan subsidi negara.
Meskipun begitu, UE dan AS memiliki cara yang berbeda dalam mendesak reformasi China, misalnya penghapusan batasan investasi asing.

Trump sudah menyerang China dengan tarif impor senilai miliaran dolar di bulan Juli dan mempertimbangkan untuk menerapkan tarif tambahan terhadap produk impor China senilai $200 miliar (Rp 2.975 triliun). UE menolak pendekatan itu, dan justru berpegang pada forum global seperti Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organizations/WTO) untuk memangkas kapasitas baja yang berlebihan dan menghindari subsidi yang mengganggu pasar. (gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading