Kapan Bumi Bisa Tenang! Kali Ini AS vs Eropa

News - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
25 June 2020 17:32
A protester stands among European Union flags outside the Houses of Parliament, after Prime Minister Theresa May's Brexit deal was rejected, in London, Britain, January 16, 2019. REUTERS/Clodagh Kilcoyne

Jakarta, CNBC Indonesia - Komisi Uni Eropa mulai berencana untuk membuka kembali ekonominya dan memperbolehkan para pelancong dari luar negeri kembali masuk. Namun belum semua negara diperbolehkan, negara dengan kasus yang tinggi seperti AS kemungkinan besar masih dilarang masuk blok tersebut. 

Komisi Uni Eropa sebelumnya sudah menghimbau untuk membuka pembatasan internal antar negara anggota pada 15 Juni dan perlahan untuk mulai membuka diri terhadap kunjungan negara lain pada 1 Juli nanti.


Namun daftar negara mana yang diperbolehkan memasuki kawasan Eropa masih belum ditentukan dengan pasti. "Masih terlalu dini untuk menentukan negara mana yang diperbolehkan" kata salah satu pejabat yang namanya tak disebutkan, melansir CNBC International.

Untuk kondisi saat ini persyaratan yang mungkin ditetapkan adalah laju infeksi kasus di negara asal haruslah lebih rendah atau setara dengan Uni Eropa, menurut pejabat tersebut. 

Jika langkah ini diambil maka negara-negara seperti Amerika Serikat (AS), Brazil dan Rusia dengan laju infeksi yang lebih tinggi dibandingkan dengan Uni Eropa masih masuk dalam daftar hitam dan baru diperbolehkan ketika perkembangannya membaik. 

Sumber kedua dari pejabat Komisi Uni Eropa yang juga tidak ingin disebutkan namanya karena perihal sensitivitas informasi yang diberikan juga menjelaskan perihal kebijakan Uni Eropa tersebut.

Kepada CNBC International sumber tersebut mengatakan, "pembukaan gradual perbatasan luar Uni Eropa akan didasarkan pada kalkulasi risiko yang berbasis pada bukti-bukti ilmiah. Perjalanan dari beberapa negara ketiga mungkin baru akan diperbolehkan setelah kondisi membaik. Belum diputuskan negara-negara mana yang kena aturan ini, tetapi kemungkinan AS menjadi salah satu kandidat"

Pada dasarnya kedua negara sudah memberlakukan larangan berkunjung satu sama lain di kala pandemi merebak. Namun BBC melaporkan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan sangat percaya diri akan ada solusi untuk masalah ini.

"Kita tentu tidak ingin membuka kembali AS dengan kekacauan ketika banyak orang yang berkunjung ke sini, begitu juga kita tak ingin menyebabkan masalah di tempat lain" begitu katanya, melansir BBC.

Meski tak memberi kejelasan secara mendetail Mike Pompeo mengatakan bahwa AS sedang berusaha agar mobilitas global kembali seperti semula.

Pada dasarnya menentukan negara mana yang diperbolehkan masuk teritori Uni Eropa bukanlah keputusan yang mudah. Aturan ini sarat akan muatan politik dan ekonomi. Sehingga tidak bisa sembarangan. 

Jika salah dalam mengambil langkah hal ini berpotensi besar menimbulkan friksi politik atau memperkeruh suasana atau konflik yang sudah terjadi. Memang wajar kalau Uni Eropa ingin melindungi warga dan ekonominya.

Namun seperti yang diketahui, hubungan antara AS dan Uni Eropa sempat renggang awal tahun ini setelah AS mencapai kesepakatan dagang interim dengan China pertengahan Januari lalu. 

Presiden AS ke-45 Donald Trump sempat menarget Uni Eropa sebagai lawan tanding selanjutnya di arena perang dagang. Praktik perdagangan yang dilakukan blok ini dinilai buruk oleh mantan taipan AS itu.

"Eropa telah memperlakukan kita dengan sangat buruk" kata Trump, mengutip Reuters. "Dalam 10,12 tahun terakhir AS menanggung defisit dagang yang sangat besar dengan Uni Eropa. Mereka memiliki penghambat yang besar dan kita juga akan memulainya. Mereka tahu itu" tambahnya.

AS-Eropa Bersitegang Soal Dagang
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading