Internasional

Bahaya! Trump Bakal Naikan Tarif US$ 3,1 M ke Barang Eropa

Market - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
25 June 2020 08:38
An interpreter translates for President Donald Trump as French President Emmanuel Macron speaks during a meeting at Winfield House during the NATO summit, Tuesday, Dec. 3, 2019, in London. (AP Photo/ Evan Vucci)

Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) mempertimbangkan tarif tambahan senilai US$ 3,1 miliar untuk barang ekspor dari Eropa. Barang-barang tersebut dari empat negara yakni Inggris, Prancis, Spanyol dan Jerman.

Dikutip Reuters dari Bloomberg, hal ini dikatakan kantor dagang AS, The US Trade Representative (USTR). Ini dipastikan memicu perang dagang lebih luas antara Paman Sam dan kawasan itu.



USTR akan mengenakan tarif pada ekspor unggulan Eropa seperti zaitun, beer, gin (sejenis minuman beralkohol), keju dan yogurt. Lalu tarif juga akan diberlakukan ke truck dan produk pesawat terbang.

Sebagaimana ditulis Bloomberg, langkah ini bertepatan dengan review enam bulan ke barang-barang Eropa sebagai balasan atas subsidi ke Airbus SE. Sebelumnya AS menggugat subsidi Uni Eropa (UE) ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) karena hal ini.

WTO akhirnya mengizinkan AS menaikkan tarif barang-barang senilai US$ 7,5 miliar. Subsidi ke Airbus dianggap ilegal. Penerapan tarif kemungkinan besar akan terjadi pada September.

Di saat yang sama WTO menerima laporan UE terkait subsidi ilegal AS pada Boeing. September, WTO juga akan memutuskan apakah UE bisa mengenakan tarif senilai US$ 11,2 miliar.

Sementara itu, Inggris yang sudah meninggalkan UE melalui Brexit, mendesak Washington untuk tidak menerapkan tarif tinggi. Inggris menyebut ini akan merusak bisnis kedua negara.

Juru Bicara UE mengatakan cara AS akan memperburuk situasi yang sidah buruk karena Covid-19. Tarif yang ditetapkan AS melebihi apa yang disahkan WTO dan menuntut adanya negosiasi.

Sedangkan WTO sebagaimana ditulis Reuters menolak berkomentar.





[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading