Dimulai di 2010, Ini Alasan IA-CEPA Molor

News - Ester Christine Natalia, CNBC Indonesia
29 August 2018 18:28
Dimulai di 2010, Ini Alasan IA-CEPA Molor
Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia dan Australia akan segera merampungkan perundingan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement/ IA-CEPA) yang sudah berlangsung selama 12 putaran.

Upaya penyelarasan ketentuan-ketentuan yang tertuang di dalam kesepakatan menjadi penyebab molornya proses negosiasi selama bertahun-tahun.

Perundingan IA-CEPA telah dimulai pada November 2010. Pembicaraan itu sempat terhenti setahun kemudian dan baru dibuka kembali pada 2016.


"Proses negosiasi saling terkait. Negosiasi itu memang sangat panjang. Kenapa lama? Karena kita ingin make sure bahwa IA-CEPA ini bermanfaat baik untuk Indonesia maupun Australia, jadi sama-sama menguntungkan," kata Edi Yusup selaku Direktur Asia Timur dan Pasifik Kementerian Luar Negeri kepada jurnalis di Jakarta hari Rabu (29/8/2018).


Edi memberi contoh bidang jasa dan investasi yang menjadi salah satu penyebab alotnya negosiasi antara kedua negara. Pasalnya, kesepakatan yang dirundingkan harus disesuaikan dengan undang-undang (UU) yang berlaku di masing-masing negara. Jika ternyata tidak cocok, maka perundingan akan terus dilakukan sampai menemukan jalan keluar.

"Misalnya, kita belum pernah buka [batasan investasi] di bidang pendidikan dengan negara lain, tetapi dengan Australia kita buka. Memang agak lama karena itu juga harus dikaitkan dengan UU kita, apakah diperbolehkan," jelasnya.

Di bidang pendidikan, pemerintah berencana membuka akses pasar bagi lembaga pendidikan Australia di Indonesia dengan melonggarkan batas maksimum investasi dari 49% saham menjadi 67%.

Edi menambahkan semua aspek harus diperhitungkan dalam proses perundingan untuk memastikan keuntungan-keuntungan yang diterima satu sama lain seimbang.

"Kita make sure semua kalau kita hitung sama-sama menguntungkan. Ada keseimbangan antara yang diberikan Australia dengan apa yang kita berikan. Semua harus dihitung, bukan hanya satu," pungkas Edi.

Lebih lanjut Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengatakan IA CEPA bukan sekadar perjanjian perdagangan bebas atau Free Trade Agreement/FTA. Sebab selain mencakup aspek perdagangan, kesepakatan itu juga mencakup kerja sama lain di berbagai bidang.

"Selain aspek perdagangan, ada aspek kerja sama dalam berbagai bidang seperti pembangunan dan pembangunan kapasitas," kata Arrmanatha dalam kesempatan yang sama. (prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading