Serba-Serbi Asian Games

Atlet Asian Games: Sewa Hotel Sendiri sampai Kalap Belanja

News - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
25 August 2018 18:56
Asian Games 2018 memberikan berkah tersendiri bagi pelaku usaha nasional menyusul tingginya aktivitas belanja para pesertanya.
Tim nasional (timnas) sepakbola boleh saja berduka karena kalah dalam adu penalti melawan skuad Uni Emirat Arab (UEA) di Stadion Wibawa Mukti, Kabupaten Bekasi, pada Jumat (24/8/2018) kemarin. Namun, duka itu tentunya tidak berlangsung lama bagi beberapa pengusaha hotel dan mall.

Alasannya, tim sama yang menggilas timnas tersebut membagikan berkah dalam kunjungannya selama di Indonesia.
Selama berlaga di Indonesia, tim beranggota 34 orang ini memilih untuk tidak memakai fasilitas hotel yang telah disiapkan panitia di Bandung dan Cikarang. Alasannya, mengutip salah satu panitia yang menolak disebutkan identitasnya: kamarnya terlalu kecil!

Atlet Asian Games: Sewa Hotel Sendiri sampai Kalap BelanjaFoto: REUTERS/Darren Whiteside
Pembukaan Asian Games 2018
Sedianya, di Bandung mereka menginap di hotel Ibis Trans, sedangkan di Cikarang panitia telah menyiapkan hotel Celecton Jababeka. Celecton adalah hotel bintang empat, sedangkan Ibis Trans tergolong bintang enam yang juga merupakan hotel Ibis terbesar se-Asia Tenggara.


Anda tahu berapa tarif per malam untuk menginap di kedua hotel tersebut? Menurut sebuah situs pemesanan kamar hotel online, hotel Ibis Trans mematok kisaran tarif dari Rp471.000 hingga Rp 646.000 per malam. Sementara itu, hotel Celecton mematok tarif antara Rp 350.000 hingga Rp 799.000 per malam.

“Namun, mereka menolak karena kamarnya dinilai terlalu kecil dan kemudian menyewa sendiri kamar di hotel Holiday Inn Jababeka dan Aryaduta Bandung,” ujar sumber CNBC Indonesia. “Lalu, mereka meminta hotel yang seharusnya mereka tempati untuk dipakai keluarga atau kolega mereka dan bahkan untuk panitia Asian Games asal Indonesia.”

Berapa tarif hotel Aryaduta Bandung? Angkanya dimulai dari Rp 1.075.000, atau nyaris sepertiga dari upah minimum provinsi (UMP) yang diterima kebanyakan kaum pekerja di Jakarta.

Karena mereka menyewa 25 kamar, maka grup Lippo selaku pengelola Aryaduta meraup lebih dari Rp 25 juta per malamnya, padahal mereka tidak menjadi hotel mitra panitia (official) Asian Games.


Untuk Holiday Inn, tarifnya dimulai dari Rp 860.000 hingga Rp 1,13 juta per malam. Karena mereka menginap tiga malam di sana, maka kurang lebih sekitar Rp 60 juta omzet diraup oleh pengelola hotel tersebut.

Kini setelah tim UEA menang, panitia menyiapkan hotel spesial untuk mereka yang tak bisa mereka tolak, yakni Aston Sentul yang bertarif Rp 2 juta per malam. Apakah perilaku belanja mereka terhenti begitu saja? Ternyata tidak.

Sebagai rasa terima kasih, mereka menraktir panitia Asian Games asal Indonesia untuk menginap di hotel yang sama sebanyak satu kamar besar yang ditempati empat orang.
Besarnya Nafsu Belanja Tim Negeri Panda
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading