BI dan OJK Beri Relaksasi Aturan, Industri Properti Bangkit?

News - Gita Rossiana, CNBC Indonesia
16 August 2018 10:28
BI dan OJK Beri Relaksasi Aturan, Industri Properti Bangkit?
Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah mengeluarkan obat kuat untuk memajukan industri properti. BI dengan relaksasi loan to value (LTV) yang bisa 100% atau uang muka (down payment) 0% dan OJK dengan dihapuskannya larangan pemberian kredit tanah.
 
Namun setelah relaksasi tersebut, sebenarnya bagaimana dampak ke industri properti secara keseluruhan.

Sekretaris Jenderal Real Estate Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida mengatakan, setelah BI merelaksasi LTV beberapa waktu lalu, pasar properti memang mulai bangkit. Meski, Totok belum bisa menghitung seberapa besar peningkatannya.
 
"Kami harus mengevaluasi data statistiknya dengan BI mengenai dampak LTV," ujar dia kepada CNBC Indonesia, Kamis (15/8/2018).
 
Begitu juga aturan kredit tanah, Totok juga menaruh keoptimisan dengan adanya aturan tersebut. Pasalnya, kredit tanah sebelumnya hanya diberlakukan untuk rumah bersubsidi.
 
"Sedikit banyak bisa membantu," papar dia.
 
Kendati sudah ada relaksasi-relaksasi dari regulator, namun menurut Totok, industri properti belum bisa bangkit secara keseluruhan apabila nilai tukar rupiah masih belum stabil.
 
"Kami tidak penting nilai tukar rupiah bisa di angka berapa, namun yang terpenting, nilai tukar rupiah stabilnya di angka berapa,"ucap dia.
 
Pasalnya, apabila kurs tidak stabil, maka minat masyarakat untuk membeli properti bisa berkurang. "Masyarakat akan cenderung berinvestasi di instrumen valas daripada ke sektor riil,"ucap dia.
 
Ditambah pula, fluktuasi nilai tukar rupiah ini bisa mempengaruhi harga properti karena pengembang harus memperhitungkan kembali sumber dana yang diterimanya."Saat ini, harga properti memang belum naik, namun kami terus menghitung nilai modal kami,"kata dia.





(roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading