Internasional

Dicari! Jet Pribadi Hasil Korupsi 1MDB Malaysia Rp 504 M

News - Roy Franedya, CNBC Indonesia
13 August 2018 18:09
Jho Low membeli jet Bombardier Global 5000 sebesar US$ 35,4 juta pada 2010 menggunakan dana yang diduga diambil dari 1MDB, kata Departemen Kehakiman AS (DOJ
Jakarta, CNBC Indonesia - Perburuan aset-aset yang terkait skandal 1MDB, masih dilakukan pemerintah. Terbaru Malaysia berusaha menarik kembali jet pribadi mili Low Taek Jho seharga US$35 juta atau setara Rp 504 miliar.

Low Taek Jho atau biasa disapa Jho Low adalah buronan utama dan dianggap sebagai otak dari pembobolan dana 1MDB. Jho Low membeli jet Bombardier Global 5000 sebesar US$ 35,4 juta pada 2010 menggunakan dana yang diduga diambil dari 1MDB, kata Departemen Kehakiman AS (DOJ).

Pihak berwenang di Malaysia dan AS sedang menyelidiki bagaimana miliaran dolar hilang dari 1MDB. DOJ mengatakan lebih dari US$4,5 miliar telah disalahgunakan dari dana tersebut, sebagian uang digunakan untuk membeli jet pribadi, lukisan picasso, kapal pesiar super mewah (superyacht), perhiasan dan real estat.


Pekan lalu, Superyacht Equanimity senilai US$ 250 juta, yang menurut DOJ juga dibeli oleh Jho Low, diserahkan kepada Malaysia oleh pemerintah Indonesia, yang telah menyita aset awal tahun ini.

Ketika ditanya apakah Malaysia juga akan mengambil alih jet Bombardier Global 5000, Mahathir mengatakan: "Ya, saya pikir begitu. Kami harus membawanya kembali, " ujar dilaporkan kantor berita negara Bernama dan dilansir Reuters, Minggu (12/8/2018).

Jet tersebut di parkir tahun lalu di Singapura, menurut beberapa laporan media. Singapura belum mengkonfirmasi memiliki jet. Kementerian luar negeri Singapura dan perwakilan Low tidak segera mendapat komentar.

Otoritas Malaysia telah mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Low, yang keberadaannya tidak diketahui. Rendah, yang paspornya di Malaysia telah dicabut, sebelumnya membantah melakukan kesalahan.

Seorang juru bicara tim hukum Low mengatakan bahwa penyerahan kapal pesiar Equanimity ke Malaysia adalah ilegal dan melanggar perintah pengadilan Indonesia dan AS.

Dalam gugatan perdata yang diajukan di Amerika Serikat, DOJ berusaha untuk menyita aset yang diduga dibeli dengan uang 1MDB.



(roy/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading