Boy Thohir Ungkap Hasil Pertemuan dengan Jokowi Soal DMO

News - Monica Wareza, CNBC Indonesia
02 August 2018 19:16
Boy Thohir Ungkap Hasil Pertemuan dengan Jokowi Soal DMO
Jakarta, CNBC Indonesia- Kamis pekan lalu, Presiden Joko Widodo mengundang puluhan pengusaha untuk berbincang di Istana Bogor. Salah satunya adalah Garibaldi Thohir, Presiden Direktur PT Adaro Energy Tbk (ADRO).

Garibaldi, akrab disapa Boy, kini buka suara soal pertemuan tersebut. Boy bercerita, Kamis siang pekan lalu memang Jokowi memanggil sebanyak 45 pengusaha ke Istana Bogor yang dinilai sebagai eksportir besar nasional.




"Yang hadir 45, top industrinya itu sawit, batu bara, kosmetik, perkayuan, mebel. Tapi yang besar sawit dan batu bara," kata Boy, dalam acara obrol-obrol bersama pewarta, Kamis (2/8/2018).

Presiden Jokowi, kata Boy, saat itu didampingi oleh Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Dirjen Pajak Robert Pakpahan, dan Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi.

"Inti dari pembahasan itu sebetulnya adalah Presiden bertanya dua hal apa yang pemerintah bisa bantu untuk eksportir meningkatkan ekspor. Kedua himbauan di mana sebisa mungkin hasil dana ekspor bisa masuk ke dalam negeri," ujarnya.

Imbauan ini disampaikan Jokowi demi memperkuat devisa dan menguatkan rupiah.

Untuk pengusaha sawit, lanjutnya, Jokowi meminta masukan soal B20 yang tadinya untuk bensin subsidi apakah memungkinkan untuk ke non subsidi. Menurut Jokowi, kata Boy, penggunaan B20 bisa mengurangi impor minyak yang membuat dolar keluar. Sawit, bisa diandalkan untuk kurangi impor.

Lalu, Jokowi melanjutkan soal komoditas yang bisa mendatangkan devisa. "Itu kan tidak banyak, salah satunya momen yang lagi bagus itu coal (batubara). Karena satu, supply demand kebetulan sekarang demand kuat karena sedang musim panas jadi di Korea, China, itu perlu nyalakan pendingin. Jadi permintaan kuat karena cuaca," jelas Boy.

Lalu, alasan lain yang diberikan soal batu bara bisa menjadi penolong devisa adalah karena China masih membatasi perusahaan tambang yang tidak ramah lingkungan. "Akhirnya sepakat, sebagai bangsa mesti jadi satu karena ini bukan pertama kali. Tahun 2008 juga pernah, akhirnya kami sepakat dan beliau bilang Jumat akan ditindaklanjuti."

Sesuai hasil pertemuan, menurut Boy, lalu masukan pengusaha ditindaklanjuti oleh para menteri keesokan harinya. Mulai dari Menko Luhut, Menko Darmin, lalu ESDM diwakili oleh Wakil Menteri Arcandra Tahar, Menteri KLHK Siti Nurbaya. Intinya jika ingin tingkatkan ekspor batu bara perlu Amdal dan support dari KLHK dan Kehutanan.


Lalu mengapa tiba-tiba hadir wacana pencabutan DMO batu bara?

Boy mengaku tidak tahu siapa yang menggagas, tapi esensinya adalah bukan soal pencabutan DMO karena hal itu sudah diatur dalam undang-undang. Kalau harus cabut DMO, kata dia, perlu waktu karena perlu persetujuan DPR. "Kami dari industri tidak pernah mempermasalahkan DMO karena itu given sebagai perusahaan nasional, dan kami sangat concern dengan Indonesia. Kami paham," jelas Boy.

Boy mengatakan saat ini perusahaan sudah memenuhi kewajibannya tersebut sehingga diberikan kelonggaran kenaikan produksi sebesar 10%, hal ini masih perlu diperhitungkan kembali. "Kita diberikan insentif 10% cuma belum exercise karena alat tidak cukup," kata Garibaldi di kawasan Senayan, Jakarta, Kamis (2/8).
Pertimbangan lainnya adalah produksi perusahaan pada kuartal pertama dan kedua tahun ini yang masih rendah jika dibandingkan dengan tahun lalu, sehingga perusahaan harus mengejar ketertinggalannya terlebih dahulu di kuartal selanjutnya. Hingga akhir Juni lalu perusahaan baru memproduksi 24,06 juta ton pada semester I-2018 ini, turun 4% year on year.

Seperti diketahui, dalam sepekan terakhir heboh pemberitaan soal tarik ulur rencana kebijakan pencabutan DMO batu bara oleh pemerintah. Tiba-tiba, Jumat pekan lalu Menteri Koordinator Kemaritiman mengatakan dengan sangat jelas bahwa pemerintah berencana mencabut DMO batu bara demi menyelamatkan keuangan negara yang tengah defisit.

Tapi masih hitungan hari, rencana itu tiba-tiba dibatalkan dan ditegaskan oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan yang mengatakan aturan DMO berlaku sesuai dengan undang-undang dan tidak ada perubahan.
(gus/wed)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading