Boy Thohir: Corona Berlarut, Perusahaan Kuat Pun Tak Sanggup

News - Savira Wardoyo, CNBC Indonesia
27 April 2020 20:36
Pengusaha Boy Thohir saat memberi tanggapan kepada tim CNBC Indonesia di Kantor Adaro, Jakarta, Selasa (24/4) Boy Thohir merupakan putra dari salah satu pemilik Astra International Teddy Tohir. Dia juga seorang pengusaha yang sudah cukup lama berkecimpung di dunia bisnis. Dia menyelesaikan pendidikan MBA-nya di Northrop University Amerika Serikat. Boy Thohir dikenal sebagai pengusaha muda yang sukses membawa Adaro Energy sebagai perusahaan batu bara terbesar di Indonesia.  (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - CEO PT Adaro Energy Tbk Garibaldi Thohir curhat soal kondisi bisnisnya yang terdampak  pandemi virus corona atau Covid-19. Pria yang biasa disapa Boy Thohir ini mengatakan perusahaan sekuat apapun tak akan kuat bila corona terus berlarut-larut.

Ia mengatakan masa sulit sekarang, hal yang penting dilakukan adalah langkah-langkah efisiensi perusahaan untuk dapat bertahan di tengah kondisi sulit. Selain itu, perlu adanya bahu-membahu antara swasta dan pemerintah untuk segera mengakhiri pandemi ini.

 


"Yang paling penting kami sebagai pengusaha ataupun perusahaan adalah cashflow. Alhamdulillah Adaro so far cashflow terkelola dengan baik, tapi kalau kondisi ini berlarut perusahaan sekuat apapun tidak mungkin akan kuat," katanya kepada CNBC Indonesia, lewat sambungan telepon, Senin (27/4)

Menurutnya, sektor pertambangan merupakan penyumbang devisa bagi Indonesia, oleh sebab itu dirinya berharap adanya dukungan pemerintah dalam memudahkan ekspor, sehingga industri pertambangan menjadi unggul dan efisien dan bisa menghasilkan devisa untuk negara.

"Saya berharap sekali kita dibantu dalam sisi kemudahan izin, misalnya dalam kondisi sulit ini jangan terlalu banyak diatur, contohnya seperti ekspor harus pakai kapal dalam negeri, paling tidak 1-2 tahun diberikan dukungan kemudahan," katanya

Sebab menurutnya, hal tersebut dirasa kurang pas jika di tengah kondisi saat ini semua regulasi masih menyulitkan para pelaku usaha. "Akhirnya kita back to basic ya, keunggulan kita yang komparatif adalah salah satunya sumber daya alam yang kita miliki," katanya.

[Gambas:Video CNBC]




(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading