Dorong BLU Batu Bara, Bos Adaro: Akan Terasa Adil Bagi Negara

News - Romys Binekasri, CNBC Indonesia
04 August 2022 16:35
Pengusaha Boy Thohir saat memberi tanggapan kepada tim CNBC Indonesia di Kantor Adaro, Jakarta, Selasa (24/4) Boy Thohir merupakan putra dari salah satu pemilik Astra International Teddy Tohir. Dia juga seorang pengusaha yang sudah cukup lama berkecimpung di dunia bisnis. Dia menyelesaikan pendidikan MBA-nya di Northrop University Amerika Serikat. Boy Thohir dikenal sebagai pengusaha muda yang sukses membawa Adaro Energy sebagai perusahaan batu bara terbesar di Indonesia. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) Foto: CNBC Indonesia/Muhammad Sabki

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Direktur PT Adaro Energi Indonesia Tbk (ADRO) Garibaldi Thohir mengatakan, pihaknya mendukung konsep Badan Layanan Umum (BLU) Iuran Batu Bara. Pembentukan lembaga pemungut iuuran batu bara ini diharapkan bisa memberikan dan membantu negara dalam berkontribusi pada kepentingan nasional.

Sehingga, kebutuhan baru bara untuk pemenuhan energi nasional atau domestic market obligation (DMO) untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di dalam negeri bisa mencukupi.

"Kita sih mensupport konsep BLU. Karena dengan adanya BLU. Alhamdulillah Adaro selalu memenuhi DMO bahkan kita bukan saja memenuhi kadang kita ada penugasan," ujarnya saat ditemui di Hotel Mulia Jakarta, Kamis (4/8/2022).


Asal tahu saja, Kementerian ESDM sebentar lagi akan membentuk lembaga BLU Iuran Batu Bara sebagai pemungut iuran batu bara. Kelak, yang akan ditugaskan menjadi BLU tersebut adalah Lemigas Kementerian ESDM.

Nah, dengan adanya BLU ini, harga batu bara khusus dalam negeri atau Domestic Market Obligation (DMO) bakal dilepas ke mekanisme pasar, namun akan ada iuran pungutan kepada produsen batu bara sebagai ganti penutupan selisih harga pasar dengan harga patokan batu bara PLN US$ 70 per ton.

Pria yang akrab disapa Boy Thohir ini berharap, melalui BLU akan terasa adil bagi para perusahaan tambang. Sehingga, semua perusahaan tambang baik yang kecil, menengah, hingga besar dapat membantu kebutuhan batu bara dalam negeri.

"Semua-semua fair sehingga kita bisa memberikan atau membantu berkontribusi pada kepentingan nasional," sebutnya.

Boy Thohir mengungkapkan, saat ini pihaknya telah memberikan suplai batu bara kepada PT PLN (Persero). Terkait pemenuhan ke sektor lainnya, pihaknya akan menunggu arahan dari pemerintah.

"Tentunya dalam konsep penugasan itu ada kepentingan nasional dalam hal ini PLN sebagai BUMN memang sudah sewajibnya kita untuk mendukung. Untuk (Semen atau pupuk) tunggu arahan pemerintah," pungkasnya.

Seperti yang diketahui, sejauh ini ada tiga industri yang menikmati harga khusus DMO batu bara. Diantaranya adalah PT PLN (Persero) yang harga batu baranya dipatok US$ 70 per ton beserta industri pupuk dan semen yang dipatok US$ 90 per ton.

Dengan hadirnya BLU, harga DMO tentunya akan mengikuti harga batu bara dipasar. Namun, BLU tersebut akan memungut selisih dari harga patokan dengan harga batu bara pasar.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Terungkap! Ini Bocoran Konsep Pembentukan BLU Iuran Batu Bara


(pgr/pgr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading