Internasional

Perang Dagang AS-China Pukul Dunia Usaha Jerman

News - Bernhart Farras, CNBC Indonesia
02 August 2018 17:03
Dampaknya sangat besar: hampir setengah impor dari perusahaan Jerman terkena dampak tarif baru secara langsung maupun tidak langsung. Foto: REUTERS/Henry Romero
Berlin, CNBC Indonesia - Konflik perdagangan yang meningkat antara Amerika Serikat (AS) dan China memukul perusahaan Jerman yang melakukan praktik bisnis di kedua negara tersebut, menurut hasil survei Kamar Dagang dan Industri Jerman (DIHK) yang diumumkan hari Kamis (2/8/2018).

China telah memperingatkan AS bahwa hal tersebut dapat menjadi senjata makan tuan jika pemerintahan Presiden AS Donald Trump mengambil langkah untuk menghambat perdagangan. Washington mempertimbangkan pengenaan bea masuk 25% terhadap barang-barang China senilai US$200 miliar (Rp 2.889 triliun).

Langkah tersebut berpotensi menaikkan besaran tarif dari 10% yang telah diusulkan oleh pemerintah AS pada 10 Juli dalam upaya untuk menekan Beijing agar membuat konsesi perdagangan.


Tarif AS menargetkan ribuan produk impor China, termasuk produk makanan, bahan kimia, baja, alumunium dan barang konsumsi mulai dari makanan anjing, mebel dan karpet hingga ban mobil, sepeda, dan sarung tangan bisbol dan produk kecantikan.

Survei yang dilakukan oleh DIHK di antara anggotanya yang melakukan bisnis di China memperlihatkan 41% telah terkena dampak dari tarif yang lebih tinggi ketika melakukan ekspor ke AS sementara 46% anggota melaporkan biaya yang lebih tinggi ketika mengimpor dari AS.


Di antara perusahaan Jerman yang melakukan bisnis di AS, 57% mengatakan mereka telah merasakan dampak negatif ketika mengekspor ke China sementara 75% melaporkan kerugian, seperti biaya yang lebih tinggi, ketika mengimpor dari China.

"Dampaknya sangat besar: hampir setengah impor dari perusahaan Jerman terkena dampak tarif baru secara langsung maupun tidak langsung, contohnya karena sumber bahan baku atau komponen dari negara lain," kata Kepala Perdagangan Luar Negeri DIHK Volker Treier, dilansir dari Reuters.

Untuk menghindari biaya yang lebih tinggi yang disebabkan oleh saling balas tarif itu, banyak perusahaan Jerman di AS yang mempertimbangkan penutupan tempat produksi dan pindah ke negara lain, kata DIHK

Survei DIHK juga memperlihatkan bahwa perusahaan Jerman yang melakukan produksi di Jerman juga terkena dampak konflik perdagangan AS-China disebabkan oleh jaringan pemasok internasional dan jaringan pelanggan luar negeri di seluruh dunia yang mereka miliki.

"Eskalasi lebih lanjut dari sengketa akan menjadi ancaman bagi perdagangan dunia secara keseluruhan," tambah Treier.

AS adalah destinasi ekspor Jerman terbesar sementara China adalah mitra bisnis paling penting dalam keseluruhan volume perdagangan untuk perusahaan Jerman

Perusahaan Jerman telah melakukan investasi sebesar US$446.60 miliar di AS dan US$93 miliar di China. Mereka telah mempekerjakan lebih dari 850.000 orang di AS dan sekitar 700.000 orang di China, menurut DIHK.
Artikel Selanjutnya

Berubah Lagi, Trump Dikabarkan Siapkan Tarif Baru untuk China


(prm)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading