Internasional

Berubah Lagi, Trump Dikabarkan Siapkan Tarif Baru untuk China

News - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
01 August 2018 12:35
Langkah itu dilakukan untuk menekan Beijing agar membuat konsesi perdagangan, kata beberapa sumber pada hari Selasa.
Washington, CNBC Indonesia - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berencana menerapkan tarif 25% terhadap barang-barang impor dari China senilai US$200 miliar (Rp 2.889 triliun), setelah awalnya berencana menerapkan hanya 10%. Langkah itu dilakukan untuk menekan Beijing agar membuat konsesi perdagangan, kata beberapa sumber pada hari Selasa (31/7/2018) dilansir dari Reuters.

Pemerintahan Trump pada 10 Juli mengatakan akan menerapkan tarif 10% terhadap ribuan produk impor China.

Beberapa produk yang dikenai tarif di antaranya adalah produk makanan, bahan kimia, baja dan aluminium, dan barang-barang konsumsi mulai dari makanan anjing, furnitur dan karpet hingga ban mobil, sepeda, sarung tangan baseball, dan produk kecantikan.


Meski tarif tidak akan diterapkan sampai setelah periode komentar publik selesai, kenaikan besaran bea masuk yang diusulkan menjadi 25% dapat meningkatkan perselisihan dagang antara dua ekonomi terbesar dunia.

Sumber tersebut mengatakan pemerintahan Trump dapat mengumumkan usulan yang lebih tinggi itu pada hari Rabu (1/8/2018).

Belum ada tanggapan langsung dari pemerintah China. Pada bulan Juli China menggugat Amerika Serikat (AS) karena menargetkan ekonomi terbesar kedua di dunia itu, dan mengancam akan membalas.

Investor khawatir ketegangan dagang yang meningkat antara AS dan China akan menekan pertumbuhan global, dan kelompok bisnis utama AS telah mengutuk tarif agresif Trump.

Pasar saham melonjak di seluruh dunia pada hari Selasa saat AS dan China dilaporkan tengah mengupayakan pembicaraan untuk meredakan perang dagang yang semakin parah.

Perwakilan dari Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin dan Wakil Perdana Menteri China Liu He telah melakukan pembicaraan tertutup untuk mengadakan negosiasi kembali, Bloomberg melaporkan, mengutip beberapa sumber.

Seorang juru bicara untuk Kantor Perwakilan Perdagangan AS menolak berkomentar mengenai kenaikan tingkat tarif yang diusulkan ataupun tentang kemungkinan bahwa mengubah jumlah itu akan mengubah tenggat waktu yang ditetapkan untuk periode komentar publik sebelum implementasinya.


Di awal Juli, pemerintah AS menerapkan tarif impor 25% pada barang-barang China senilai US$34 miliar. Beijing membalas dengan menerapkan tarif dengan jumlah yang sama terhadap ekspor AS ke China.

Washington juga tengah bersiap untuk menerapkan tarif impor ekstra sebesar US$16 miliar dalam beberapa minggu ke depan dan Trump telah memperingatkan pada akhirnya dia dapat mengenakan tarif pada lebih dari setengah miliar dolar barang-barang impor China, kurang lebih setara jumlah impor AS ke China tahun lalu.

Erin Ennis, wakil presiden senior di Dewan Bisnis China AS, mengatakan tarif 10% yang diterapkan pada produk-produk tersebut sudah mendatangkan masalah tersendiri, dan menambah tarif lebih dari dua kali lipat dapat semakin memperburuk keadaan.

"Kenaikan biaya akan berlaku bagi konsumen, jadi hal itu akan paling berdampak pada ekonomi penduduk Amerika," ujarnya.

Kantor Perwakilan Dagang AS pada awalnya telah menetapkan tenggat waktu untuk mendengarkan komentar publik akhir tentang 10% tarif yang diusulkan untuk diajukan pada 30 Agustus, dengan audiensi publik dijadwalkan dilaksanakan pada 20-23 Agustus.

Biasanya butuh waktu beberapa minggu setelah penutupan komentar publik untuk memberlakukan tarif.
(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading