BI Sebut Sistem GPN Tak Kalah Canggih dengan Visa dan Master

News - Lidya Julita S, CNBC Indonesia
30 July 2018 17:42
Bank Indonesia (BI) secara resmi memulai pekan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN)
Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) secara resmi memulai pekan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) setelah melakukan kampanye perdana kemarin. Penukaran kartu debet atau ATM berlogo Visa dan Master ke kartu berlogo GPN saat ini menjadi salah satu program prioritas BI guna mensukseskan sistem pembayaran nontunai di Indonesia.

Selain itu, menggunakan kartu berlogo GPN dinilai lebih hemat dibandingkan dengan kartu Visa dan Master Card karena transaksinya di proses di luar negeri. Data Bank Indonesia mencatat menggunakan Visa atau Master Card maka merchant discount rate (MDR) sebesar 3,5%, sedangkan menggunakan GPN turun menjadi 1%.

Untuk itu, BI terus menghimbau masyarakat melakukan penukaran kartu debit atau ATM-nya ke kartu berlogo GPN.


BI juga memastikan ketangguhan sistem GPN tidak kalah dari kartu Visa dan Master Card sehingga masyarakat tidak perlu khawatir mengganti kartunya.

Kepala Departemen Elektronifikasi dan Gerbang Pembayaran Nasional Bank Indonesia Pungky Purnomo mengatakan, ketangguhan dari sistem GPN tidak perlu diragukan lagi. Pasalnya, BI telah melakukan dan menggunakan sistem yang baik.

"Dengan assessment yang kita lakukan saya yakin ya kemampuannya (GPN) sama (Master Card dan Visa)," katanya di Gedung BI, Jakarta, Minggu (30/7/2018).

Sementara itu, Deputi Direktur Departemen Elektronifikasi dan Gerbang Pembayaran Nasional BI Aloysius Donanto menyebutkan, ketahanan sistem ini juga bisa dilihat dari GPN yang bisa menopang semua kartu. Kartu Visa, Master Card, Union Pay, dan JCB berdiri sendiri dan hanya melayani nasabahnya sendiri, sedangkan GPN mewadahi semuanya jadi pasti lebih baik.

"GPN itu melayani 4 (kartu) itu dan bank-bank lainnya juga. Jadi kalau misalnya ditanya sistemnya ya harusnya lebih baik, itu kelebihan utama GPN dibandingkan yang lain," tegasnya.

Ingatkan Kelebihan GPN

Donanto juga mengatakan, efisiensi dan keamanan adalah keuntungan pertama menggunakan GPN. Dengan efisiensi maka mesin EDC lebih dioptimalkan sehingga anggaran

lebih dapat dialokasikan untuk operasional dan investasi teknologi EDC. Ia mencontohkan, tanpa GPN maka setiap toko akan memiliki EDC yang banyak dari bank berbeda sedangkan dengan GPN hanya perlu menggunakan satu EDC saja.

"Kita mendorong masyarakat lakukan pergantian kartu agar efisensi dari kebijakan GPN ini lebih optimal," ungkap Donanto.

Manfaat kedua adalah masalah keamanan. Dengan GPN maka perlindungan konsumen akan ditingkatkan sehingga menurunkan potensi risiko setelmen melalui penggunaan central bank money (CeBM). Selain itu juga menurunkan potensi risiko sistemik dan potensi fraud.

"Ketiga ada manfaat kedaulatan. Ini akan mendorong pertumbuhan serta meningkatkan daya tahan dan saing sistem pembayaran ritel," kata dia.

Lebih lanjut, manfaat lainnya adalah meningkatkan kemandirian Sistem Pembayaran Nasional, khususnya sebagai tulang punggung dukungan pemerintah, antara lain untuk bansos non tunai, elektronifikasi jalan tol, dan transportasi publik.

"GPN mewujudkan interoperabilitas uang elektronik sehingga seluruh uang elektonik dapat digunakan untuk pembayaran di setiap ruas jalan tol," tegasnya.





(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading