Jonan Nilai Akuisisi Freeport Bakal Bikin Untung RI

News - Anastasia Arvirianty, CNBC Indonesia
19 July 2018 18:26
Jonan Nilai Akuisisi Freeport Bakal Bikin Untung RI
Jakarta, CNBC Indonesia- Komisi VII DPR RI hari ini mempertanyakan soal penandatanganan Head of Agreement (HoA) untuk akuisisi PT Freeport Indonesia ke Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan.

Salah satu pertanyaannya adalah apakah transaksi ini nantinya akan menguntungkan RI di masa depan? Jonan pun menanggapi. "Detailnya bisa ditanya ke mitra-mitra di Komisi VI, karena bukan tupoksi saya. Tapi pandangan pribadi, ini untung," kata dia, Kamis (19/7/2018).

Ia memaparkan keyakinannya ini akan menguntungkan berdasar hitungan jangka panjang. "Ini perjalanan panjang 20 tahun kaitannya sama mobil listrik misalnya, kalau ke depan massif maka pemantiknya mesti menggunakan tembaga. Nah, bisa ambil ini loh nilai copper ke depannya bakal besar. Dua tiga tahun saja nilai copper sudah naik," jelasnya.




Selain keuntungan, komisi energi juga menanyakan soal due diligent transaksi. Jonan pun menjawab bahwa pemerintah melalui PT Inalum (Persero) sudah memulainya sejak September lalu."Tergantung transparansi perusahaan kalau mereka transparan akan cepat."

Berdasarkan dokumen PTFI yang diterima CNBC Indonesia, laba PTFI diproyeksikan mencapai US$2,02 miliar, atau sekitar Rp 28,28 triliun (menggunakan kurs Rp14.000/US$). Capaian ini mampu meningkat nyaris 60% dari laba bersih PTFI pada tahun 2017 lalu yang sebesar US$1,28 miliar. 

Namun, berdasarkan proyeksi PTFI, laba bersih perusahaan malah akan anjlok cukup dalam pada periode 2019-2022. Tahun depan saja, laba bersih PTFI diestimasi anjlok nyaris 100% ke US$170 juta, atau Rp2,38 triliun saja. 

Tenang. Jangan panik. Penurunan sejak tahun 2019 memang diakibatkan operasi tambang Grasberg akan berpindah dari tambang terbuka (Open Pit) menjadi tambang bawah tanah (underground mining), sehingga akan mengurangi pencapaian pendapatan perusahaan secara signifikan. 

Mulai tahun 2022, laba PTFI akan diproyeksikan stabil di kisaran US$2 miliar per tahunnya, hingga mencapai puncaknya di US$2,36 miliar (Rp33,04 triliun) di 2034. Apabila nilai laba tersebut dijumlahkan hingga akhir jangka waktu pengembangan tambang di tahun 2041, setidaknya Indonesia akan mendulang laba bersih sebesar US$34,17 miliar, atau sekitar Rp478 triliun dalam 20 tahun.

(gus/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading