BPS: Impor Migas RI Tertinggi Sejak 2015

News - Anastasia Arvirianty, CNBC Indonesia
10 July 2018 13:30
BPS: Impor Migas RI Tertinggi Sejak 2015
Jakarta, CNBC Indonesia- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, impor migas pada Mei 2018 lalu merupakan impor tertinggi sejak 2015. Impor tinggi ini menjadi penyumbang besar pada defisitnya neraca perdagangan Indonesia di periode tersebut.

Berdasarkan data BPS yang didapat oleh CNBC Indonesia, pada periode Mei 2018 impor migas tercatat sebesar US$ 2,81 miliar atau setara Rp 40,42 triliun.




"Impor ini tertinggi sejak 2015, sehingga secara total impor, merupakan angka tertinggi. Baru kali ini sepanjang sejarah, impor tinggi, dan menurut kami ini di luar kebiasaan," tutur Direktur Statistik Distribusi BPS Anggoro Dwitjahyono kepada CNBC Indonesia saat ditemui di Kantor BPS, Jakarta, Selasa (10/7/2018).

Total impor yang tinggi tersebut pun menjadi faktor utama yang memengaruhi defisit neraca perdagangan pada Mei 2018. Anggoro mengatakan, defisit neraca perdagangan migas sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu.

Berdasarkan data BPS yang diterima CNBC Indonesia, neraca perdagangan migas tercatat secara konstan relatif mengalami defisit sejak 2013, namun ada satu bulan di 2015 neraca perdagangan migas mengalami surplus. "Defisit (neraca perdagangan Mei 2018) sebenarnya banyak dipengaruhi oleh sektor migas, selalu, kalau kita bicara soal migas itu selalu negatif terus sejak beberapa tahun terakhir ini," tambah Anggoro.

"Kalau kita lihat posisi migas itu selalu negatif, migasnya karena sudah nett impor terutama yang dari minyak mentah dan hasil minyak negatif semua. Tetapi untuk gas masih positif ya," pungkasnya.

Sebagai informasi, nilai impor Indonesia pada Mei 2018 mencapai US$ 17,64 miliar atau naik 9,17% dibanding April 2018, demikian pula jika dibandingkan Mei 2017 meningkat 28,12%. Impor migas Mei 2018 mencapai US$ 2,82 miliar atau naik 20,95% dibanding April 2018 dan naik 57,17% dibanding Mei 2017.  (gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading