Fokus Investor

TBIG Terbitkan Obligasi, GIAA Lunasi Kewajiban Rp 2 T

News - Monica Wareza, CNBC Indonesia
06 July 2018 08:10
Rangkuman aksi korporasi yang terjadi pada perdagangan saham hari Kamis (5/7/2018).
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu ditutup naik tipis 0,1% menjadi 5739,33 pada perdagangan hari Kamis (5/7/2018). Beberapa aksi korporasi juga terjadi sepanjang perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin. 

CNBC Indonesia merangkum aksi perusahaan tersebut sebagai berikut.


1. Rights Issue Bukopin, Kepemilikan Bosowa & RI Terdelusi

PT. Bank Bukopin Tbk (BBKP) sedang mempersiapkan proses rights issue pada 27 Juli 2018. Dari semua pemegang saham, Bosowa Corporindo dan Pemerintah tidak akan mengeksekusi haknya sehingga ada kemungkinan terdelusi.




2. Tower Bersama Infrastructure Terbitkan Obligasi Rp 608 M


PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) menerbitkan obligasi berkelanjutan III tahap I tahun 2018 senilai Rp 608 miliar. Obligasi tersebut memiliki tenor tiga tahun dengan tingkat kupon sebesar 8,50%.


Dana dari obligasi ini akan digunakan perusahaan untuk pembayaran kewajiban finansial dari entitas anak, khususnya Fasilitas B dari Credit Facilities yang ada.

3. Garuda Lunasi Obligasi Rp 2 T

PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) melunasi obligasi rupiah senilai Rp 2 triliun. Obligasi berkupon 9,25% per tahun itu terbit pada 2013 dan jatuh tempo hari Kamis, 5 Juli 2018.



4. Kinerja Membaik, Pemilik Sogo dan Starbucks Tak Akan Tutup Gerai Lagi, Sports Station Cs Tambah Gerai


PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) menegaskan untuk tidak melakukan penutupan gerai milik perseroan seperti yang telah dilakukan selama tiga tahun terakhir ini dengan alasan kinerja perseroan yang terus membaik tahun ini. Sejalan dengan itu, gerai Starbucks juga dinilai bekerja baik sehingga pemiliknya justru akan menambah gerai baru di tahun ini.


Sejalan dengan itu, anak usaha MAPI, PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) menargetkan untuk menambah 100 gerai baru usaha perseroannya di mana saat ini perusahaan mengelola 963 gerai di 70 kota di Indonesia.

Perusahaan menargetkan pertumbuhan pendapatan tahun ini meningkat lebih dari 14% atau lebih tinggi dibandingkan dengan pendapatan tahun lalu, yaitu sebesar 13-14%.

5. Moody's Berikan Outlook Negatif Untuk Matahari Putra Prima

Moody's Investors Service mengkonfirmasi corporating family rating (CFR) PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) turun ke B3 dengan outlook negatif. Moody's akan me-review rating ini sembari memantau perkembangan bisnis perusahaan.


6. Utang Tak Terbayar, Perdagangan Saham TPS Food Dihentikan


Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan (suspensi) saham PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) diseluruh pasar sejak perdagangan hari ini. Langkah tersebut diambil BEI terkait dengan penundaan pembayaran bunga atas obligasi dan Sukuk Ijarah TPS Food I tahun 2013.



7. Bank Maspion Jalin Kerjasama dengan Bank Asal Thailand


PT. Bank Maspion Indonesia Tbk (BMAS) melakukan kerjasama dengan Kasikorn Bank asal Thailand. Melalui kerjasama ini, perseroan ingin mengembangkan digital banking dan trade finance.

(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading