Internasional

Mendag AS Tiba di China untuk Bahas Perang Dagang

News - Prima Wirayani, CNBC Indonesia
03 June 2018 07:32
Mendag AS Tiba di China untuk Bahas Perang Dagang
Beijing, CNBC Indonesia - Menteri Perdagangan Amerika Serikat (AS) Wilbur Ross tiba di Beijing, China, hari Sabtu (2/6/2018) untuk memulai pembicaraan yang bertujuan meredakan ketegangan perdagangan antara dua negara dengan perekonomian terbesar di dunia itu.

Meskipun telah mengeluarkan pernyataan bersama beberapa waktu lalu, AS tetap berupaya menyelesaikan pembahasan sanksi terhadap Beijing, termasuk larangan investasi China, pembatasan ekspor, dan pengenaan bea impor 25% terhadap produk-produk teknologi China senilai US$50 miliar (Rp 691,4 triliun).


China telah mengancam akan membalas tarif tersebut dengan menyasar barang-barang dari AS senilai puluhan miliar dolar, AFP melaporkan dan dilansir hari Minggu (3/6/2018).


Ross telah memulai perundingan "berskala kecil" hari Sabtu siang dan akan memulai negosiasi "formal" hari Minggu, stasiun televisi pemerintah China CCTV melaporkan tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Ross juga bertemu dengan Wakil Perdana Menteri Liu He, yang merupakan pejabat andalan Presiden Xi Jinping di bidang kebijakan ekonomi, kata seorang pejabat AS kepada AFP.

Kunjungannya ini terjadi ketika kekhawatiran mengenai terjadinya perang dagang global besar-besaran memuncak setelah Uni Eropa (UE), Kanada, dan Meksiko mengeluarkan langkah-langkah balasan terhadap bea masuk impor baja dan aluminium AS yang mulai berlaku Jumat lalu.

Presiden As Donald Trump kali pertama mengumumkan sanksi perdagangan terhadap China bulan Maret lalu dan memfokuskannya pada tuduhan China mencuri hak kekayaan intelektual AS.


Rabu lalu, China mengritik kebijakan perdagangan AS yang berubah-ubah setelah pemerintahan Trump mengatakan akan tetap mengenakan sanksi terhadap Negeri Tirai Bambu hanya sekitar sepekan setelah kedua negara sepakat untuk menghindari perang dagang.

Namun, kedatangan Ross sepertinya membuat China melunakkan posisinya.

"Pintu negosiasi China tetap terbuka," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Hua Chunying hari Jumat.

AS dan China harus mengadopsi sikap yang tulus dan mengikuti semangat persamaan dan saling menghormati untuk mencapai solusi melalui dialog dan perundingan, tambahnya. (prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading