Utang Luar Negeri RI Kuartal I-2018 Rp 5.021,8 T, Tumbuh 8,7%

News - Roy Franedya, CNBC Indonesia
15 May 2018 18:59
Utang Luar Negeri RI Kuartal I-2018 Rp 5.021,8 T, Tumbuh 8,7%
Jakarta, CNBC Indonesia - Utang luar negeri (ULN) Indonesia pada akhir kuartal I-2018 mencapai US$358,7 miliar atau Rp 5.021,8 triliun (asumsi US$1 = Rp 14.000). Angka ini tumbuh 8,7% secara tahunan (yoy) atau lebih rendah dari pertumbuhan ULN pada kuartal IV-2017 yang tumbuh 10,4% (yoy).

Pada kuartal I-2018 sebesar US$184,67 miliar merupakan utang dari pemerintah dan bank sentral. Sisanya, US$170 miliar merupakan utang swasta. Demikian dilansir dari Statistik Utang Luar Negeri Indonesia di 2017 yang baru saja dirilis BI, Selasa (15/5/2018).

BI melaporkan hingga kuartal I-2018, sebesar US$181,1 miliar terdiri dari surat berharga negaa (SBN) yang dimiliki non-residen sebesar US$124,8 miliar dan pinjaman kreditur asing sebesar US$56,3 miliar dolar AS.


ULN Pemerintah pada akhir triwulan I-2018 meningkat US$3,8 miliar dolar AS dari triwulan sebelumnya yang bersumber dari penerbitan Global Sukuk sebesar US$3 miliar, yang di dalamnya termasuk dalam bentuk Green Bond atau Green Sukuk Framework senilai US$1,25 miliar sejalan dengan komitmen pendanaan hijau yang ramah lingkungan.

"Sementara di sisi SBN, investor asing masih mencatat net buy SBN pada triwulan I 2018. "Perkembangan ini tidak terlepas dari kepercayaan investor asing atas SBN domestik yang masih tinggi antara lain ditopang peningkatan peringkat utang Indonesia oleh lembaga pemeringkat Rating and Investment (R&I) pada tanggal 7 Maret 2018," ujar BI dalam keterangan resminya.

ULN swasta tumbuh melambat terutama dipengaruhi oleh ULN sektor industri pengolahan dan sektor pengadaan listrik, gas, dan uap/air panas (LGA). Secara tahunan, pertumbuhan ULN sektor industri pengolahan dan sektor LGA pada triwulan I-2018 masing-masing tercatat sebesar 4,4% dan 19,3%, lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya.

Sementara itu, pertumbuhan ULN sektor pertambangan meningkat dan pertumbuhan ULN sektor keuangan relatif stabil dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan sebelumnya. Pangsa ULN keempat sektor tersebut terhadap total ULN swasta mencapai 72,2%, relatif sama dengan pangsa pada triwulan sebelumnya.

"Perkembangan ULN total pada triwulan I 2018 tetap terkendali dengan struktur yang sehat. Hal ini tercermin antara lain dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada akhir triwulan I 2018 yang tercatat stabil di kisaran 34%. Rasio tersebut masih lebih baik dibandingkan dengan rata-rata negara peers," jelas BI.

Berdasarkan jangka waktu, struktur ULN Indonesia pada akhir triwulan I 2018 tetap didominasi ULN berjangka panjang yang memiliki pangsa 86,1% dari total ULN. Bank Indonesia berkoordinasi dengan Pemerintah terus memantau perkembangan ULN dari waktu ke waktu untuk mengoptimalkan peran ULN dalam mendukung pembiayaan pembangunan, tanpa menimbulkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian.



(roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading