Tahun Politik, Sri Mulyani Tak Mau Gali Lubang Tutup Lubang

Market - Arys Aditya, CNBC Indonesia
15 May 2018 15:23
Tahun Politik, Sri Mulyani Tak Mau Gali Lubang Tutup Lubang
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah tengah menyiapkan Nota Keuangan yang menjadi acuan Rancangan Undang-undang (RUU) APBN 2019. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan salah satu poin yang penting dalam RUU APBN 2019 yakni pemerintah akan menjaga defisit APBN 2019 di bawah 2% dari PDB.

"Untuk APBN kan defisit kita makin menurun. Financing diharapkan akan tetap terjaga sehingga tidak menimbulkan kepanikan. Kalau kita bisa tahun depan defisit di bawah 2%, dengan primary balance yang mendekati nol, bahkan surplus, ini sudah akan menimbulkan paling tidak sinyal bahwa fiskal kita terjaga," kata Sri Mulyani di Istana Bogor, Selasa (15/5/2018).

Jika primary balance mendekati nol maka dapat diartikan APBN akan lebih sehat karena utang tidak lagi digunakan untuk menutup utang.


Tahun depan, Sri Mulyani mengatakan siap mendongkrak investasi dengan tetap konsisten memberikan insentif. Tak lupa, sambung Sri Mulyani, menningkatkan program padat karya yang berorientasi ekspor.

"Itu semua akan kita lakukan dalam bentuk investasi. Sehingga nanti untuk jangka menengah, kita harap investasi dan industrialisasi dalam rangka membangun ketahanan ekonomi kita. Sehingga waktu kita tumbuh tinggi kita tidak terhalang oleh transaksi berjalan yang negatif atau neraca pembayaran yang tertekan," katanya.

Pemerintah masih mematok target pertumbuhan ekonomi di tahun politik pada 5,4-5,8%.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution menambahkan pemerintah akan memulai dengan kecepatan penuh mendorong pendidikan dan pelatihan vokasi. Anggaran untuk kedua program tersebut sudah dialokasikan di awal tahun nantinya.

"Jadi tahun besok akan sudah dianggarkan. Jadi aksinya sudah konkret. Menyusun kegiatan mendorong investasi," kata Darmin.
(dru/dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading