Libur Lebaran Kepanjangan, Ini Dampaknya Bagi Multifinance

News - Gita Rossiana, CNBC Indonesia
09 May 2018 12:07
Libur Lebaran Kepanjangan, Ini Dampaknya Bagi Multifinance
Jakarta, CNBC Indonesia - Pembiayaan kendaraan bermotor dinilai akan sedikit terganggu dengan adanya libur lebaran pada 11-20 Juni 2018 mendatang. Hal ini disebabkan hari kerja untuk memproses persetujuan pembiayaan kendaraan bermotor menjadi lebih pendek.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno menjelaskan, penjualan kendaraan bermotor pada Juni 2018 bisa jadi berisiko tinggi.

"Kalau dihitung-hitung hari kerja bisa jadi lebih pendek, memang libur lebarannya  10 hari, tapi ada karyawan yang mengambil cuti sehingga jumlah libur lebaran bisa jadi lebih panjang, kalau liburan panjang, penjualan bisa tidak tumbuh," ujar dia di Jakarta, seperti dikutip Rabu (9/5/2018).


Hal senada juga diamini oleh Direktur Keuangan PT. BFI Finance Indonesia Tbk Sudjono. Menurut Sudjono, adanya libur panjang membuat pembiayaan kendaraan bermotor sedikit challenging. "Setelah lebaran, masa kerja pendek sekali, sehingga ini sangat challenging, oleh karenanya kami butuh pengaturan lagi," kata dia.

Dengan melihat hal tersebut, pembiayaan kendaraan bermotor dinilai akan mencapai puncaknya pada Mei mendatang. "Kalau untuk Juni, tipis karena working days yang pendek dan juga ada holiday mood,"kata dia.

Kemudian, Presiden Direktur PT. WOM Finance Tbk Djaja S. Sutandar mengungkapkan, dengan adanya kondisi pasar saat ini memang tidak membuat WOM Finance lebih agresif. Pihaknya lebih memilih untuk menjaga kualitas pembiayaan.

"Kami tidak jor-joran, targetnya lebih jaga kualitas," ucap dia.

Berdasarkan data OJK, hingga Maret 2018, aset perusahaan pembiayaan mencapai Rp 483,92 triliun, meningkat 8% (year on year/yoy). Sedangkan piutang pembiayaan meningkat 6,2% (yoy) ke angka Rp 419,2 triliun. Sementara sampai akhir tahun, pembiayaan multifinance ditarget bertumbuh 8-10%.



(roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading