7 Perjanjian Jual Beli Gas Diteken, Negara Terima Rp 1,49 T

News - Rivi Satrianegara, CNBC Indonesia
04 May 2018 17:13
Sebanyak tujuh Perjanjian Jual Beli Gas Bumi (PJBG) ditandatangani dan berpotensi menambah penerimaan negara sekitar Rp 1,49 triliun atau US$ 111,08 juta.
Jakarta, CNBC Indonesia- Sebanyak tujuh Perjanjian Jual Beli Gas Bumi (PJBG) ditandatangani dan berpotensi menambah penerimaan negara sekitar Rp 1,49 triliun atau US$ 111,08 juta.

Penandatanganan itu berlangsung saat penutupan IPA Convex 2018 dan dihadiri langsung oleh Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi. "Total volume gas yang disalurkan selama masa kontrak tujuh PJBG tersebut akan mencapai 65,41 trillion British Thermal Units (TBTU)," kata Amien di JCC, Jumat (4/5/2018).




"Sesuai komitmen industri hulu migas untuk mendukung pasokan energi nasional, semua gas dalam tujuh PJBG ini akan disalurkan untuk memenuhi kebutuhan gas dalam negeri," tambah Amien.

Gas yang tercakup dalam PJBG tersebut akan dipasok untuk kebutuhan pupuk, lifting minyak, kilang BBM, kelistrikan, jaringan gas kota, dan industri. Alokasi tersebut mengacu pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 06 tahun 2016 tentang Ketentuan dan Tata Cara Penetapan Alokasi dan Pemanfaatan Gas Bumi Serta Harga Gas Bumi.

Terdapat beberapa perjanjian yang disampaikan Amien telah berlangsung walau baru ditandatangani saat ini. Namun, sebagian lainnya akan dimulai dalam waktu dekat hingga tahun 2019 mendatang.

Amien menambahkan, secara rata-rata pasokan gas untuk kebutuhan domestik meningkat sebesar 7,37% dalam 14 tahun terakhir. Data realisasi penyaluran gas sampai dengan bulai Februari 2018 menunjukkan pasokan gas untuk domestik mencapai 3.860 Billion British Thermal Unit per Day (BBTUD) atau 58%, di atas pasokan gas untuk ekspor yang sebesar 2.738 BBTUD (42%).

Adapun pihak-pihak yang menandatangani perjanjian di antaranya adalah PGN, Medco E&P, Petrogas, Pertamina, Pertagas, PHE ONWJ, Kangean Energy, Petrokimia Gresik, dan PT Pupuk Sriwajaya.

Untuk pupuk, jumlah yang akan diperjualbelikan memiliki cukup signifikan yakni 8,5 BBTUD melalui perjanjian antara Kangean Energy dan PT Petrokimia Gresik dari 2018-2019. Tak hanya itu, PT Pupuk Sriwijaya Palembang (Pusri) juga meneken pembelian gas untuk kebutuhan produksi pupuk perusahaan. Pembelian dilakukan dari PT Tropik Energi Pandan untuk jangka waktu 10 tahun.
Pembelian akan mulai berlangsung pada tahun depan hingga 2028 dengan jumlah gas mencapai 10 BBTUD.

PGN Teken Jual Beli Gas Dengan Medco E&P

PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN) bersama PT Medco E&P Indonesia menandatangani PJBG dengan volume 0,25 MMSCFD untuk alokasi jargas di Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan.

"Penandatanganan ini sebagai upaya kami menjamin pasokan gas bumi ke masyarakat tetap lancar," kata Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama, Jumat (04/05/2018).

Penandatanganan PJBG ini dilakukan antara Direktur Utama PGN Jobi Triananda Hasjim dan Direktur Utama Medco E&P Ronald Gunawan. Kerjasama jual beli gas antara PGN dan Medco E&P ini dimulai sejak 26 September 2017. Kontrak penyaluran gas bersumber dari Wilayah Kerja South Sumatera dan akan berlangsung selama 10 tahun hingga Juli 2027.

Rachmat mengatakan, alokasi gas ini akan digunakan untuk melayani kebutuhan 6.031 sambungan rumah tangga (SRT) jargas di Kabupaten Musi Banyuasin. Sampai dengan 30 April 2018, Rachmat mengatakan, sudah sekitar 1.155 pelanggan rumah tangga di Kabupaten Musi Banyuasin telah memanfaatkan pasokan gas bumi dari PGN.


(gus/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading