5 Pembangkit Total Kapasitas 237 MW Siap Operasi Tahun Ini

News - Rivi Satrianegara, CNBC Indonesia
27 April 2018 12:52
5 Pembangkit Total Kapasitas 237 MW Siap Operasi Tahun Ini
Jakarta, CNBC Indonesia- Sepanjang tahun ini, akan ada lima pembangkit listrik yang masuk dalam proyek percepatan listrik (Fast Track Program/FTP) 1 akan beroperasi. Lima proyek tersebut seluruhnya merupakan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dengan total kapasitas mencapai 237 megawatt (MW).

Berdasarkan data PT PLN (Persero), lima pembangkit itu adalah PLTU Parit Baru (2x50 MW) yang proses konstruksi telah mencapai 85,57%.




Lalu ada PLTU Bengkayang (2x27,5 MW) dengan progres 81,05%, PLTU Gorontalo (2x25 MW) progres 76,48%, PLTU Lombok Unit 2 (1x25 MW) progres 93,34%, PLTU Ende Unit 2 (7 MW) progres 94%.

Adapun total nilai kontrak atas masing-masing pembangkit yaitu untuk PLTU Parit Baru sebesar Rp 507 miliar, PLTU Bengkayang Rp 247 miliar, PLTU Gorontalo Rp 649 miliar, PLTU Ende (Unit 1 dan 2) Rp 96 miliar, dan PLTU Lombok (Unit 1 dan 2) Rp 436 miliar.

"Hampir semua sudah jalan dan kami bersyukur sudah selesai break even point dalam arti kata bahwa FTP-1 sekarang ini antara ongkos dan hasil dan sudah cukup impas, jadi kami tidak terbebani lagi dengan FTP-1," kata Direktur Utama PLN Sofyan Basir.

Hingga saat ini, Sofyan menyebut total pembangkit FTP-1 yang telah beroperasi mencapai 9.640 MW. Di mana total pembangkit yang terminasi sebesar 48 MW.

Pembangkit yang terminasi adalah PLTU Bengkalis (20 MW), PLTU Selat Panjang (14 MW), dan PLTU Timika (14 MW).

Adapun masing-masing pembangkit yang akan rampung tahun ini, diketahui mundur dari target seharusnya. Seperti PLTU Ende Unit 2 yang jadwal commercial operation date (COD) di kontrak awal jatuh pada 2010.

Sementara itu, PLTU Lombok Unit 2 seharusnya COD pada yahun 2011, PLTU Parit Baru dan PLTU Bengkayang pada 2012, dan PLTU Gorontalo pada 2015.

Ke depan, masih akan ada dua pembangkit lain yang akan COD, yakni PLTU Waai/Ambon (2x15 MW) pada 2010 dengan progres pembangunan 68,9% dan PLTU Bima (2x10 MW) pada 2021 dengan progres pembangunan 79,4%. Total nilai kontrak atas dua pembangkit itu mencapai Rp 398 miliar. (gus/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading