Internasional

Lawan China, Perusahaan Teknologi Desak AS Tak Gunakan Tarif

News - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
09 April 2018 18:05
Perusahaan teknologi, mulai dari Apple hingga Twitter, meminta Presiden AS Donald Trump tidak menggunakan bea impor untuk menghukum China.
Washington, CNBC Indonesia - Satu kelompok dagang yang terdiri dari perusahaan-perusahaan teknologi pada hari Senin (9/4/2018) mengatakan kepada Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Steven Mnuchin bahwa mereka menentang upaya pemerintahan Presiden Donald Trump yang berfokus menerapkan tarif untuk membuat China jera melakukan praktik perdagangan yang tidak adil.

Dewan Industri Teknologi Informasi (ITIC) melalui sebuah surat kepada Mnuchin menyatakan mendukung diterapkannya investigasi "Section 301" oleh administrasi Trump terhadap tindakan penyalahgunaan kekayaan intelektual oleh China. Namun, alih-alih menerapkan tarif, kelompok bisnis ini menyarankan menggunakan koalisi internasional yang dipimpin AS untuk menekan Beijing.

"Penentangan kami terhadap tarif adalah pragmatis. Penerapan tarif tidak berguna. Alih-alih menerapkan tarif, kami sangat mendukung pemerintah untuk membangun koalisi internasional yang dapat memberikan tantangan bagi China di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dan di sektor yang lebih luas," ujar Presiden dan CEO ITIC Dean Garfield, dilansir dari Reuters.


Garfield menyerukan koalisi itu untuk dapat secepatnya mengunjungi China untuk menegosiasikan apa yang disebutnya sebagai 'hubungan perdagangan yang seimbang, adil, dan memiliki timbal balik'.

"Banyak negara merasakan keprihatinan yang sama dengan Amerika Serikat tentang China dan praktik perdagangannya yang tidak adil. Amerika Serikat memiliki posisi yang sangat baik untuk memimpin koalisi itu," tambahnya.

Kelompok tersebut terdiri dari perusahaan teknologi pembuat hardware, software, penyedia layanan, dan juga perusahaan media sosial, mulai dari Apple sampai Twitter. Mereka tidak membuat referensi apapun mengenai pembatasan investasi oleh Menteri Keuangan dalam akuisisi perusahaan-perusahaan teknologi AS oleh China.


Pembatasan tersebut merupakan bagian dari perbaikan yang diusulkan di bawah petisi investigasi Seksi 301 oleh Menteri Keuangan, yang menuduh China telah menyalahgunakan kekayaan intelektual AS melalui persyaratan patungan yang secara efektif memaksa transfer teknologi dan penggunaan dana negara untuk mengakuisisi perusahaan teknologi AS dan sarana lainnya.

Trump pada hari Minggu memprediksi China akan menghapuskan batasan dagangnya. Ia menunjukkan optimismenya di tengah meningkatnya ancaman penerapan tarif di antara dua ekonomi terbesar di dunia, yang telah mengacaukan pasar global.

ITIC mengatakan percaya China telah menyalahgunakan hak istimewa keanggotaannya di WTO.

"China telah menjanjikan perdagangan yang terbuka dan adil, namun malah menetapkan aturan, regulasi, dan praktik yang ditujukan untuk membebani perusahaan non-Cina. Pendekatan saat ini tidak dapat dipertahankan." tulis Garfield.
Artikel Selanjutnya

Perang Dagang, CEO Apple Yakin AS & China Akan Berunding


(prm)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading