Penyaluran Bensin Premium Turun 50%, Apa Penyebabnya?

News - Gustidha Budiartie, CNBC Indonesia
02 April 2018 11:59
Realisasi penyaluran bensin jenis premium selama Januari- Maret 2018 turun hingga 50% dibanding periode serupa tahun lalu. Apa penyebabnya?
Jakarta, CNBC Indonesia- Realisasi penyaluran bensin jenis premium selama Januari- Maret 2018 turun hingga 50% dibanding periode serupa tahun lalu. Dari yang semula bisa mencapai 1,54 juta KL menjadi 774 ribu KL saat ini.

Sebenarnya, apa yang menyebabkan realisasi penyaluran BBM bisa turun hampir separuh dari tahun lalu?


Menurut Vice President Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito turunnya penyaluran ini bukan karena persoalan alokasi. "Telah terjadi perubahan pola konsumen sehingga memilih bahan bakar yang lebih sesuai dengan spesifikasi mesinnya," ujar Adiatma, Senin (2/4/2018).

Alasan serupa juga disampaikan oleh Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Fanshurullah Asa. Ia menjelaskan dari sisi alokasi di tahun ini untuk BBM jenis premium yang masuk dalam kategori bensin jenis penugasan yang didistribusikan di luar Jawa, Madura, dan Bali, alokasinya ditetapkan sebanyak 7,5 juta KL. "Lebih tinggi dibanding realisasi premium Pertamina di 2017 yang sebanyak 7,1 juta KL."

Sementara untuk bensin premium di Jawa, Madura, dan Bali, diperlakukan sama seperti bensin non subsidi lainnya dan kewenangan Pertamina. Jumlah penyaluran bensin premium yang turun sebenarnya kabar baik bagi pemerintah, mengingat harga yang berlaku saat ini lebih rendah dibanding harga pasar.

BPH Migas sendiri sangat mendukung kebijakan Pertamina agar masyarakat menggunakan bensin di atas RON 88, seperti Pertalite dan Pertamax. "Karena menjaga lingkungan yang lebih bersih, kendaraan akan lebih awet dan adopsi Paris Agreement. Tapi pilihan ketersediaan BBM premium masih perlu karena itu amanah Perpres 191 Tahun 2014," ujar Fanshurullah.



Artikel Selanjutnya

Jelang Mudik, Baru 45% dari 3445 SPBU di Jamali Sedia Premium


(gus/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading