Produksi Gula Turun Tiap Tahun, Pabrik Gula Harus Dimerger

News - Rivi Satrianegara, CNBC Indonesia
29 March 2018 13:51
Produksi Gula Turun Tiap Tahun, Pabrik Gula Harus Dimerger
Jakarta, CNBC Indonesia - Industri gula nasional saat ini seakan terbelah, di mana terdapat dikotomi pabrik gula yaitu pabrik tradisional milik BUMN PT Perkebunan Nusantara (PTPN) dan pabrik gula modern milik swasta.  

Tony Prasetiantono, Pengamat Ekonomi Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada, mengatakan kinerja PTPN sangat jauh tertinggal dibandingkan dengan swasta. Pabrik PTPN, lanjutnya, menunjukkan inefisiensi sehingga tingkat produktivitas rendah.

Di samping itu, jumlah pabrik PTPN dinilai juga terlalu banyak.
 


Tony mengatakan sebaiknya pabrik-pabrik gula milik PTPN dimerger menjadi satu agar dapat bersaing dengan swasta. 

"Cara mengefisiensikan adalah merger, tapi tak harus secepatnya. Saya tahu ini perlu waktu," kata Tony Prasetiantono, Kamis (29/3/2018). 


Dalam kesempatan sama, Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian Bambang setuju agar pabrik gula PTPN dimerger.

"Dengan demikian kita juga tak butuh biaya mahal mengawasi fenomena rembesan gula industri ke pasar," kata Bambang. 

Adapun kondisi saat ini, inefisiensi pabrik gula di Indonesia mengakibatka produksi tidak bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri. 

Bambang merinci pada 2018, kebutuhan konsumsi gula sekitar 3,2 juta ton. Sementara itu, total produksi nasional diperkirakan hanya 2,1 juta ton.

Menurut dia, ada penurunan kemampuan produksi, di samping luas perkebunan tebu pun terus menurun.
 

"Dua tahun lalu lahan masih 450.000 hektar, ke 2016 menjadi 425.000 hektar. Tahun ini ada penurunan 5.000 menjadi 420.000 hektar," sebut Bambang.  

Sekjen Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Nur Khabsyin mengakui kemampuan produksi gula memang mengalami penurunan setiap tahunnya. 

Pada 2014 produksi gula nasional mencapai 2,5 juta ton, pada 2015 turun menjadi 2,4 juta ton, lalu 2016 kembali turun menjadi 2,2 juta ton, dan 2017 turun menjadi 2,1 juta ton.  (ray/ray)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading