Kinerja Pabrik Gula Tradisional Rendah, Ini Buktinya

News - Rivi Satrianegara, CNBC Indonesia
29 March 2018 14:20
Kinerja Pabrik Gula Tradisional Rendah, Ini Buktinya
Jakarta, CNBC Indonesia - Pabrik-pabrik gula tradisional milik PT Perkebunan Nusantara dinilai memiliki produktivitas rendah sehingga harus dimerger. 

Produktivitas pabrik gula BUMN itu dikatakan jauh di bawah pabrik gula milik swasta. 

Sebetulnya, bagaimana perbandingan kinerja antara pabrik gula PTPN dan swasta? 


Berdasarkan data Indonesia Sugar Annual Report 2017, jumlah pabrik gula tradisional di Indonesia tercatat 63 pabrik dengan usia paling tua 184 tahun dan total tenaga kerja on farm 28.350 orang serta off farm 27.427 ton. 



Dalam waktu 160 hari/tahun, sebanyak 63 pabrik itu dapat memproduksi hingga 3 juta metrik ton (million metric ton/MMT).

Sementara itu, jumlah pabrik modern swasta ada 11 pabrik dengan usia paling tua 12 tahun, dan jumlah pekerja off farm sebanyak 4.833 orang. Pabrik swasta tidak memiliki pekerja on farm. 

Dalam satu tahun, pabrik modern dapat melakukan proses selama 320 hari dan menghasilkan hingga 4 MMT.  

Tony Prasetiantono, Pengamat Ekonomi Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada, mengatakan kinerja PTPN sangat jauh tertinggal dibandingkan dengan swasta. 

Pabrik PTPN, lanjutnya, menunjukkan inefisiensi sehingga tingkat produktivitas rendah. Di samping itu, jumlah pabrik PTPN dinilai juga terlalu banyak. 

Tony mengatakan sebaiknya pabrik-pabrik gula milik PTPN dimerger menjadi satu agar dapat bersaing dengan swasta. 

"Cara mengefisiensikan adalah merger, tapi tak harus secepatnya. Saya tahu ini perlu waktu," kata Tony Prasetiantono, Kamis (29/3/2018). (ray/ray)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading