Ini Respons Pelaku Industri Aviasi RI soal Tarif Baru Changi

News - Exist In Exist, CNBC Indonesia
07 March 2018 08:23
Bandara Changi di Singapura berencana menaikkan tarif ke penumpang pesawat (passenger charges) mulai 1 Juli 2018 hingga mencapai sekitar 40%.
Jakarta, CNBC Indonesia - Bandara Changi di Singapura berencana menaikkan tarif ke penumpang pesawat (passenger charges) mulai 1 Juli 2018 hingga mencapai sekitar 40%, yaitu dari SG$ 34 (Rp 355.000) saat ini menjadi SG$ 47,30 (Rp 494.000) untuk setiap penumpang yang berangkat dari Changi.

Sementara itu, bagi penumpang transit akan dikenakan tarif total SG$ 9 yang terdiri dari Passenger Service and Security Fee (PSSF) sebesar US$ 6 dan airport development levy US$ 3.


Selain menaikkan tarif penumpang, bandara ini juga menetapkan kenaikan tarif ke maskapai untuk jasa pendaratan, biaya parkir pesawat, dan penggunaan garbarata.


Maskapai Indonesia mengeluhkan rencana kenaikan tarif tersebut karena otomatis membuat harga total yang harus dibayarkan penumpang saat membeli tiket menjadi lebih mahal. Hal itu dapat membuat permintaan penerbangan dari kota-kota di Indonesia ke Singapura dan sebaliknya melemah.

"[Untuk kondisi] saat ini menurut pendapat saya tambahan pengeluaran oleh penumpang akan menurunkan atau mengurangi permintaan," kata Presiden Direktur Lion Air Group Edward Sirait, Selasa (6/3/2018).

Hal serupa juga dikatakan oleh Direktur Utama PT AirAsia Indonesia Tbk Dendy Kurniawan.

"Tentunya negatif karena akan terjadi kenaikan harga tiket yang akhirnya membebani penumpang dan berdampak ke permintaan," jelasnya.

Akibat kenaikan tarif tersebut, Direktur Niaga PT Indonesia AirAsia Rifai Taberi menyebutkan harga tiket penerbangan AirAsia Indonesia diperkirakan naik sekitar 28% di rute Singapura - Jakarta.

"Harga rata-rata tiket AirAsia untuk Singapura - Jakarta adalah sekitar Rp 440.000 - Rp 550.000. Dengan kenaikan tarif penumpang [dari Bandara Changi] sebesar SG$ 13,3 maka kenaikan tersebut sudah sekitar 27,8% sendiri dari rata-rata tarif dasar atau harga kursi yang kami tawarkan," jelas Rifai.

Salah satu tujuan dinaikkannya tarif penumpang dan jasa ke maskapai adalah untuk pembangunan Terminal 5 yang merupakan bagian dari proyek pengembangan Changi East.

Dengan demikian, proyek yang merupakan bagian dari pengembangan bandara Changi ini akan mendapat pendanaan dari tiga pihak, yaitu pemerintah Singapura, operator bandara, yakni Changi Airport Group, dan pengguna jasa bandara, termasuk maskapai dan penumpang pesawat.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan Indonesia bisa saja mencontoh Singapura dalam mencari pendanaan untuk pengembangan bandara-bandara di Indonesia, salah satunya melalui peningkatan tarif penumpang.

"Mestinya begitu. Tapi kan kita masyarakatnya banyak sekali, tidak semua punya kemampuan. Kami memang berusaha untuk memberikan suatu angka sekompetitif mungkin. Ke depannya bisa seperti itu [di Indonesia]," jelas Budi.

Namun, Budi mengatakan konsep pendanaan melalui peningkatan tarif penumpang tersebut nampaknya belum bisa dilakukan dalam waktu dekat.

"Sekarang saja dengan kenaikan PSC di Bandara Soekarno-Hatta [mulai 1 Maret 2018], setelah lima tahun tidak naik, masih ada masalah [respons negatif dari masyarakat]," jelasnya.

Dalam hal ini, operator bandara juga mengaku ragu hal yang sama dapat diterapkan di Indonesia. Namun, pihak operator mengatakan semuanya tergantung dari regulasi yang ditetapkan pemerintah.


"Secara umum sih proses seperti itu bisa, tapi menurut saya itu agak sulit di kita, karena tarif itu untuk pelayanan ya, di Singapura mungkin agak berbeda," jelas Sekretaris Perusahaan PT Angkasa Pura I Israwadi.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh VP Corporate Communication PT Angkasa Pura II Yado Yarismano.

"Kalau ngomongin itu, kita kembali ke regulator juga. Jadi, kalau untuk ke depannya seperti itu, belum ada pertimbangan dari manajemen. Ya itu mungkin bisa dipertimbangkan, tapi memang belum ada keputusan apapun, ada banyak faktor yang kita pertimbangkan," jelas Yado.
(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading