IMF Pantau Aktivitas Gunung Agung Jelang Acara di Bali

News - Ester Christine Natalia, CNBC Indonesia
26 February 2018 17:19
IMF Pantau Aktivitas Gunung Agung Jelang Acara di Bali
Jakarta, CNBC Indonesia - International Monetary Fund (IMF/ Dana Moneter Internasional) mengatakan akan terus pantau aktivitas Gunung Agung menjelang pelaksanaan Rapat Tahunan (Annual Meeting) IMF-World Bank 2018 yang akan diadakan bulan Oktober di Nusa Dua, Bali.

"Tentu saja kami akan terus memantau perkembangan terkait Gunung Agung, sembari terus melanjutkan [persiapan] sesuai rencana demi Rapat Tahunan yang sangat sukses di Bali," kata Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde lewat pernyataan resmi pada hari Senin (26/2/2018).

"Kami menanti penyelenggaraan rapat IMF-World Bank 2018 di sini pada bulan Oktober 2018, dan saya ingin berterimakasih kepada pemerintah untuk kerja sama yang luar biasa," ujarnya.


Lagarde saat ini sedang mengunjungi Indonesia untuk meninjau persiapan Indonesia sebagai tuan rumah rapat tahunan tersebut.


Dalam kunjungannya, ia juga sempat berdiskusi dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tentang perekonomian dan kondisi tenaga kerja Indonesia. Lagarde menilai pemerintah perlu mengalokasikan anggaran untuk mendukung reformasi di berbagai bidang, termasuk tenaga kerja.

"Kami sempat berdiskusi tentang pentingnya meraih pertumbuhan potensial yang lebih tinggi dalam menciptakan lapangan kerja bagi [jumlah] tenaga kerja yang bertambah. Hal ini butuh mobilisasi pendapatan dalam membiayai belanja pembangunan dan mendukung reformasi di bidang produk, tenaga kerja, dan pasar keuangan," kata Lagarde.

Selepas diskusi di Istana, Lagarde sempat ikut blusukan ke Pasar Tanah Abang Blok A bersama Presiden Jokowi.

Selain Jakarta, Lagarde rencananya juga akan berkunjung ke beberapa tempat di Yogyakarta dan Bali.

Sementara, Ketua Satuan Tugas Pertemuan Tahunan IMF-World Bank 2018 Peter Jacobs menjelaskan, status Gunung Agung saat ini berada dalam siaga 3 dengan radius letusan bisa mencapai 4-6 km. Dengan radius letusan tersebut, Bandara Ngurah Rai dinilai tidak akan terdampak.

"Presiden dan panitia nasional semua sudah datang ke Bali, dan tidak ada apa-apa. Christin Lagarde juga sudah visit ke Bali untuk memastikan Bali aman dan bisa menjalankan annual meeting," ujar dia dalam acara temu media di Kantor BI, Jakarta, Senin (26/2/2018).

Kendati demikian, panitia tetap mempersiapkan rencana kontigensi untuk mengantisipasi apabila ada hal buruk. Panitia bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sudah merinci adanya kemungkinan kebakaran, gempa bumi, gunung meletus dan huru hura.

"Kami sudah diskusi dengan pakar, meletusnya Gunung Agung dan kemana arah anginnya sudah didiskusikan," papar dia. Pada Oktober 2018 mendatang, arah angin dipastikan tidak menuju bandara sehingga tidak ada risiko penutupan bandara.

Lebih lanjut, pemerintah juga sudah memiliki rencana apabila harus mengevakuasi peserta baik melalui jalan udara dan darat."Evakuasi bisa melalui Lombok dengan pesawat atau melalui Banyuwangi dan Surabaya," tutur dia. (prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading