PLN Usul Harga Batu Bara Khusus Jadi US$ 65 per Ton

News - Rivi Satrianegara, CNBC Indonesia
22 February 2018 16:30
Berdasarkan kajian internal, PLN menyebut US$ 65 per ton adalah harga yang paling tepat baik untuk PLN dan pengusaha.
Jakarta, CNBC Indonesia- PT PLN (Persero) masih menunggu keputusan pemerintah atas ketentuan harga batu bara untuk kebutuhan listrik perusahaan plat merah tersebut. Berdasarkan kajian internal, PLN menyebut US$ 65 per ton adalah harga yang paling tepat baik untuk PLN dan pengusaha.

"Itu bukan angka langsung yang kami inginkan, namun berdasarkan kajian PLN US$ 65 per ton itu adalah itu win-win solution," ungkap Kepala Satuan Komunikasi PLN I Made Suprapteka kepada CNBC Indonesia, Kamis (22/2/2018).

PLN sendiri sekarang masih menunggu solusi pemerintah atas harga batu bara yang semakin membebani keuangan perusahaan. Agar tarif listrik bisa tetap, Made mengatakan PLN menunggu regulasi atas kebutuhan batu bara, baik pasokan dan harga maksimumnya.


Made menambahkan, dengan harga batu bata sebesar US$ 65 per ton, mungkin tarif listrik ke depan akan dapat dipertahankan seperti saat ini. Bahkan bila diterapkan harga lebih rendah atau minimum, ketika harga batu bara anjlok, tarif listrik bisa saja turun.



"Manajemen PLN ingin tarif listrik turun, tapi kami juga tunggu regulasi dari pemerintah," tutur Made. 

Skema harga maksimum dan harga minumum, menurut Made, adalah cara agar harga yang diterapkan bisa menguntungkan baik untuk PLN dan pengusaha batu bara.
Artikel Selanjutnya

Pengusaha: Perlu Diskusi Soal Penurunan Harga Batu Bara


(gus/gus)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading