19 Amandemen Kontrak Tambang Akhirnya Diteken

News - Rivi Satrianegara, CNBC Indonesia
17 January 2018 19:19
Pemerintah teken amandemen 18 kontrak batu bara dan 1 kontrak karya sektor mineral
Jakarta, CNBC Indonesia- Pemerintah menandatangani amandemen 19 kontrak tambang, terdiri dari 18 Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara (PKP2B) dan 1 Kontrak Karya.

Penandatanganan ini diperkirakan bisa meningkatkan penerimaan negara hingga US$ 27 Juta. Beberapa perusahaan yang melakukan tanda tangan di antaranya dua perusahaan batubara generasi I yaitu PT Adaro Indonesia dan PT Kendilo Coal Indonesia dan satu Kontrak Karya (KK) generasi III yaitu PT Indo Muro Kencana.

“Saya ucapkan terima kasih kepada perusahaan KK dan perusahaan PKP2B untuk bersedia melakukan amandemen kontrak yang dimiliki,” kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan di kantor Kementerian ESDM, Rabu (17/1/2018).


Selain perusahaan di atas, PKP2B yang juga melakukan penandatanganan berasal dari generasi III, yaitu PT Batubara Duaribu Abadi, PT Firman Ketaun Perkasa, PT Insani Baraperkasa, PT Interex Sacra Raya, PT Kalimantan Energi Lestari, PT Lanna Harita Indonesia, PT Mantimin Coal Mining, PT Multi Tambang Jaya Utama, PT Pendopo Energi Batubara, PT Perkasa Inakakerta, PT Santan Batubara, PT Sarwa Sembada Karya Bumi, PT Singlurus Pratama, PT Tambang Damai, PT Teguh Sinar Abadi, dan PT Wahana Baratama Mining.



Sesuai dengan UU Nomor 4 Tahun 2009 terbit, pemerintah telah mulai melakukan negosiasi dengan perusahaan mineral dan batubara untuk mematuhi regulasi tersebut. Jonan pun memastikan, amandemen tersebut akan memberi manfaat yang baik dalam jangka panjang untuk perusahaan.

“Ini mumpung harga batubaranya sedang naik banyak. Kalau harga rendah, misalnya HBA bukan US$ 90 per ton lebih namun hanya US$ 60 sudah berat lagi untuk amandemen. Jadi ini mumpung tinggi,” ungkap Jonan.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian ESDM Bambang Gatot Ariyono menyebut, perusahaan-perusahaan yang melakukan penandatanganan hari ini berlokasi di Kalimantan Tengah untuk KK, 1 PKP2B di Jambi, 5 PKP2B Kalimantan Selatan, 2 PKP2B Kalimantan Tengah, 10 PKP2B Kalimantan Timur, dan 1 PKP2B di Sumatera Selatan.

“Untuk KK yang belum, kami harap agar sesegera mungkin (menandatangani amandemen),” kata Bambang
Artikel Selanjutnya

Rio Tinto Targetkan Kenaikan Tipis di 2018


(gus/gus)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading