energi

Menggenjot Kas Negara dari Batu Bara

News - Gustidha Budiartie & Rivi Satrianegara, CNBC Indonesia
12 January 2018 10:02
Menggenjot Kas Negara dari Batu Bara
  • Penerimaan Negara Bukan Pajak dari sektor mineral dan batu bara mencapai Rp 40,6 triliun didominasi oleh royalti
  • Investasi mineral dan batu bara sentuh US$ 6,9 miliar 


Jakarta, CNBC Indonesia- Naiknya harga komoditas batu bara sepanjang tahun 2017 dioptimalkan oleh pemerintah untuk menggenjot pendapatan. Berbagai upaya dilakukan agar setoran pemilik tambang ke pemerintah sesuai target yang direncanakan.

Alhasil, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) 2017 dari sektor mineral dan batu bara (minerba) lampaui target hingga 125%. Dari target Rp 32,7 triliun jadi Rp 40,6 triliun.


Direktur Jenderal Mineral dan Batubara, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bambang Gatot Ariyono menyatakan penerimaan didominasi oleh royalti sebesar Rp 23,2 triliun atau Rp 57,1 triliun.

“Selain itu ada dari penjualan hasil tambang sebesar Rp 16,9 triliun atau 41,7% dan iuran tetap Rp 500 miliar atau 1,2%,” jelas Bambang di kantor Kementerian ESDM, Kamis (11/1).

Peningkatan kepatuhan pembayaran kewajiban oleh perusahaan, disampaikan Bambang, menjadi alasan utama peningkatan penerimaan. “Selain itu, tren harga komoditas minerba memang sedang baik,” kata Bambang.

Tercatat, produksi batubara nasional sepanjang tahun 2017 mencapai 461 juta ton, sedikit di bawah kuota yang ditetapkan pemerintah yaitu 477 juta ton. Namun, jumlah itu lebih tinggi dari target yang ada di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 sebesar 413 juta ton.

Angka investasi juga naik dibanding tahun 2016. Investasi atas sektor mineral dan batubara sepanjang tahun 2017 mencapai US$ 6,9 miliar, sayangnya alokasi terbesar dari investasi itu untuk penggantian alat oleh perusahaan-perusahaan tambang, bukan eksplorasi.

Bambang Gatot menyampaikan investasi untuk kegiatan eksplorasi minerba tergolong kecil. Kendati tak merinci berapa, Bambang mengatakan tidak banyak perusahaan yang melakukan kegiatan eksplorasi sepanjang tahun lalu. “Untuk meningkatkan eksplorasi, ke depan dengan misalnya revisi UU 4/2009 selesai, kita akan memberi kesempatan kepada junior company untuk masuk melakukan kegiatan,” ujar Bambang. (gus/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading