Review Sepekan

Kinerjanya Cemerlang Pekan Ini, IHSG Dekati Level 7.200

Market - Maesaroh, CNBC Indonesia
13 August 2022 08:30
Masih Dihantui Virus Corona, IHSG Merah. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) Foto: Masih Dihantui Virus Corona, IHSG Merah. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kinerja cemerlang pekan ini meskipun ditutup dalam zona merah. Melandainya inflasi Amerika Serikat (AS) serta masih baiknya kinerja perekonomian domestik menopang kinerja IHSG pekan ini.

Penguatan nilai tukar rupiah juga menjadi katalis positif untuk IHSG dan membuat inflow dana asing kembali masuk ke Indonesia. 
Pada perdagangan terakhir pekan ini, Jumat (12/8/2022), IHSG ditutup melemah 0,43% di 7.129,28.

Total volume perdagangan kemarin ini menembus 29,8 miliar saham dengan total nilai transaksi Rp 12,5 triliun. Sebanyak 262 saham menguat, 253 saham turun, dan 174 saham stagnan.

Kendati melemah kemarin, IHSG masih menguat 0,63% dalam sepekan. Secara month to date, IHSG juga berhasil mencatatkan penguatan sebesar 2,75%. Bahkan IHSG sudah mendekati level psikologis 7.200.

Dalam lima hari perdagangan pekan ini, IHSG ditutup menguat tiga kali dan melemah dua kali itupun dengan koreksi tipis.

IHSG bahkan menembus level psikologis pada perdagangan Selasa pekan ini untuk menggenapkan kinerja cemerlang mereka sepanjang tujuh hari perdagangan beruntun sebelumnya.

Kinerja positif IHSG juga tercermin melalui derasnya investor asing yang melakukan aksi beli (net buy). Dalam sepekan, net buy tercatat Rp 3,48 triliun di seluruh pasar.

Saham yang paling banyak dikoleksi asing adalah saham emiten telekomunikasi dan dan perbankan, seiring dengan kinerja keuangan yang positif.

Sektor teknologi yang sebelumnya menjadi bulan-bulanan dan dihindari kini tampak mulai rebound.

Pekan ini total transaksi di pasar modal tercatat sebesar Rp 57,4 triliun. Volume perdagangan pekan ini melibatkan 115,2 miliar saham dan ditransaksikan sebanyak 5,71 juta kali.

Kinerja positif IHSG juga sejalan dengan bursa global lainnya yang ikut menguat menyambut data inflasi AS yang positif.


Pada perdagangan terakhir pekan ini,
indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 424,38 poin atau 1,27% ke posisi 33.761,05. Indeks S&P 500 naik 72,88 poin atau 1,73% ke 4.280,15 sementara itu indeks Nasdaq Composite melonjak 267,27 poin atau 2,09% ke posisi 13.047,19. 
Pekan ini, S&P 500 menguat 3,25%, Dow Jones naik 2,92% sementara Nasdaq menguat 3,8%.

Positifnya kinerja bursa AS sejalan dengan optimisme pasar setelah data inflasi Juli lalu keluar pada Rabu (10/8/2022).

Inflasi AS pada Juli 2022 berada di 8,5% secara tahunan (yoy). Secara bulanan, IHP stagnan jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Laju inflasi AS juga lebih rendah dibandingkan yang tercatat pada Juni lalu yakni 9,1%.

Dengan melandainya pada Juli, inflasi Negeri Paman Sam diperkirakan sudah mencapai puncaknya. Kondisi ini menjadi angin segar karena bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) diharapkan bisa menurunkan kebijakan agresifnya.

Dari dalam negeri, data pertumbuhan ekonomi pada kuartal serta penguatan rupiah menjadi sentimen positif bagi gerak IHSG.

Pekan lalu, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2022 menembus 5,44% (yoy). Pertumbuhan tersebut di atas ekspektasi pasar dan mengembalikan tren historis pertumbuhan Indonesia di level 5%.

Bank Indonesia pekan ini juga mengumumkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang melandai ke 123,2 pada Juli. Kendati melandai, IKK pada Juli juga memperpanjang tren IKK yang berada di atas 100 sejak Oktober 2021.

Sementara itu, rupiah ditutup menguat 0,68% pada perdagangan Jumat (12/8/2022. Dalam sepekan, mata uang Garuda sudah menguat 1,6% secara point to point.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

IHSG Balas Dendam, tapi Apa Kuat ke 7.000 Lagi?


(mae/luc)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading