Lupakan 2022, Minyak Mentah Dunia Lebih Bergairah di 2023

Market - Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
13 July 2022 18:25
Oil facilities are seen on Lake Maracaibo in Cabimas, Venezuela January 29, 2019. REUTERS/Isaac Urrutia Foto: Ilustrasi: Fasilitas minyak terlihat di Danau Maracaibo di Cabimas, Venezuela, 29 Januari 2019. REUTERS / Isaac Urrutia

Jakarta, CNBC Indonesia - Permintaan minyak mentah dunia akan dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi dunia. Pertumbuhan ekonomi dunia pada 2022 sebesar 2,9% kemudian akan bertumbuh pada 2023 sebesar 3,2%.

Ekonomi pada 2022 masih terpengaruh oleh pandemi, perkembangan geopolitik di Eropa Timur, dan ketatnya kebijakan moneter untuk melawan inflasi global. Berlanjutnya pandemi virus Corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19) pada 2022 adalah risiko lain yang dapat mengekang pertumbuhan ekonomi global. Namun tergantung pada penanganannya.

Sementara pasar tenaga kerja diperkirakan akan tetap ketat. Pun kemacetan rantai pasokan mungkin tidak dapat diselesaikan dalam jangka pendek dan tingkat utang yang tinggi di seluruh dunia mungkin tetap ada.

Pengendalian Covid-19 yang lebih baik akan menjadi pendukung pertumbuhan ekonomi dunia yang akhirnya dapat berpengaruh positif terhadap permintaan minyak mentah dunia.

OPEC dalam laporan bulanan nya memperkirakan rata-rata harga minyak mentah jenis brent pada 2022 senilai US$ 104,94/barrel. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibanding 2021 sebesar US$ 65,23/barrel.

Sementara jenis light sweet atau WTI rata-ratanya US$ 101,77/barrel pada 2022, melonjak dari tahun lalu US$ 62,22/barrel.

Permintaan Minyak Mentah Menguat
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading