Negara Ini Jual 'Pertamax Plus' Rp300/Liter, Murah Banget!

Market - Romys Binekasri, CNBC Indonesia
08 July 2022 11:15
Pertamax Naik, Yuk Cek Foto: Pertamax Naik, Yuk Cek

Jakarta, CNBC Indonesia - Kecemasan terhadap resesi membuat harga minyak mentah anjlok. Saat dunia mengalami resesi, maka permintaan minyak mentah untuk industri dan bahan bakar minyak terjun drastis.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) maupun Brent memang merosot dua hari terakhir. Namun harga masih berada di level tinggi dan belum jauh dari US$ 100/barel.

Selain itu, organisasi Negara Pengekspor Minyak Mentah (OPEC) begitu juga Rusia dan beberapa lainnya yang disebut OPEC+ yang menambah produksinya membuat harga minyak brent turun.


Pada Juli dan Agustus OPEC+ masing-masing menjadi 648.000 barel/hari. Sebelumnya, kenaikan produksi adalah 432.000 barel/hari. Meski Brent mengalami penurunan, tetapi harganya saat ini masih cukup tinggi yang memicu 'tsunami' inflasi di beberapa negara.

Sepanjang tahun ini kenaikan Brent masih lebih dari 28%, sementara pada 2021 melesat lebih dari 50%. Pada 7 Maret lalu, harganya bahkan nyaris mencapai US$ 140/barel, tertinggi sejak Juli 2008. Sementara WTI hingga akhir pekan lalu kenaikannya lebih dari 30% dibandingkan akhir 2021, dan sempat menyentuh US$ 130/barel yang merupakan rekor tertinggi dalam 14 tahun terakhir.

Ketika harga minyak mentah tinggi, maka harga bahan bakar minyak (BBM) juga akan mahal di negara-negara yang tidak memberikan subsidi energi. Hal ini memicu inflasi yang sangat tinggi di negara-negara Barat. Berdasarkan data dari Global Petrol Price, harga BBM RON 95 di Amerika Serikat dibanderol hampir Rp 20.000/liter.

BBM RON 95 di Indonesia setara dengan Pertamax Plus yang sudah tidak dijual lagi oleh Pertamina sejak 2016. Harga BBM di setiap negara memang berbeda-beda, tergantung dari kebijakan yang diterapkan pemerintahnya, seperti besarnya pajak begitu juga dengan ada atau tidaknya subsidi.

Di Indonesia, BBM khususnya RON 90 (Pertalite) masih disubsidi pemerintah, sehingga harganya Pertalite tetap Rp 7.650/liter. Pertamax di kisaran Rp 12.500/liter, dan Pertamax Turbo sekitar Rp 14.500/liter. Harga Pertamax Turbo yang merupakan RON 98 jauh lebih murah dari RON 95 di Amerika Serikat.

Harga BBM di Indonesia memang di bawah harga keekonomiannya karena adanya subsidi, di tahun ini pemerintah menggelontorkan Rp 520 triliun di tahun ini untuk subsidi energi, termasuk BBM dan gas. Tetapi jangan kaget jika ada negara yang menjual BBM RON 95 seharga permen, bahkan lebih murah lagi.

Negara tersebut yaitu Venezuela, negara dengan harga BBM paling murah di dunia, bahkan sudah berlangsung dalam waktu yang lama. Data dari Global Petrol Price menunjukan harga BBM RON 95 di Venezuela cuma Rp 332/liter.

Tidak hanya Venezuela, ada dua negara lagi yang menjual BBM RON 95 di bawah Rp 1.000/liter. Di Libya harganya Rp 465/liter, dan di Iran Rp 800/liter. Kemudian ada Syria dan Aljazair yang melengkapi 5 besar negara dengan BBM termurah. Harga RON 95 di kedua negara tersebut Rp 4.285/liter dan Rp 4.701/liter.

Selain penerapan subsidi, ada beberapa faktor yang membuat harga BBM di negara-negara tersebut sangat murah. Yang utama, negara tersebut adalah produsen minyak mentah.

Venezuela misalnya, berdasarkan data dari OPEC sepanjang tahun 2020 rata-rata tingkat produksinya mencapai 560.000 barel/hari. Sementara itu, konsumsi di dalam negeri rata-rata hanya 242.000 barel/hari pada tahun yang sama. Tingkat produksi tersebut sebenarnya jauh lebih besar, tetapi karena sanksi yang diberikan oleh Amerika Serikat, Venezuela tidak bisa mengekspor minyaknya dengan jumlah yang besar.

Lima tahun lalu, tingkat produksi minyak mentah Venezuela masih di atas 2 juta barel/hari, dan terus menurun hingga saat ini. Dengan tingkat produksi yang besar, dan terbatasnya pasar ekspor akibat saksi Amerika Serikat, konsumsi dalam negeri tentunya dengan mudah bisa terpenuhi.

Selain itu, pemerintah Venezuela juga memberikan subsidi energi yang besar akan harga bensin bisa murah. Namun, dengan murahnya harga BBM tersebut Venezuela justru mendapat masalah. BBM banyak diselundupkan ke luar negeri karena harganya jauh lebih mahal. Saat krisis melanda Venezuela di 2018, kerugian akibat penyelundupan BBM ke luar negeri mencapai US$ 18 miliar per tahun.

Iran juga senasib dengan Venezuela, meski salah satu produsen minyak mentah besar, tetapi tidak bisa mengekspor dalam jumlah yang banyak akibat sanksi dari Amerika Serikat. Pada 2020, rata-rata produksi minyak mentah mencapai hampir 2 juta barel/hari, sementara konsumsi dalam negeri mencapai 1,7 juta barel/hari.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Menanti Kenaikan Harga Pertalite, Masyarakat Sudah Siap?


(RCI/dhf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading