BI: Suku Bunga Acuan Naik Apabila Inflasi Inti Melonjak

Market - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
27 June 2022 14:10
Gedung BI

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 3,5% bulan ini. Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 22-23 Juni 2022 juga mempertahankan suku bunga Deposit Facility sebesar 2,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 4,25%.

BI sudah mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,5% sejak Februari 2021 atau sudah bertahan selama 16 bulan terakhir. Level 3,5% adalah suku bunga acuan terendah dalam sejarah Indonesia.

Sementara itu, banyak negara di dunia sudah lebih dulu menaikkan suku bunga acuan. Seperti Amerika Serikat (AS) dan beberapa negara di kawasan Eropa dan Amerika Selatan.


Apa sebenarnya yang ditunggu BI?

"Penyesuaian suku bunga apabila ada kenaikan inflasi inti," tegas Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti dalam rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR RI, Senin (27/6/2022)

Inflasi Inti, yaitu komponen inflasi yang cenderung menetap atau persisten (persistent component) di dalam pergerakan inflasi dan dipengaruhi oleh faktor fundamental, seperti: Interaksi permintaan-penawaran. Lingkungan eksternal: nilai tukar, harga komoditi internasional, inflasi mitra dagang.

Pada Mei 2022, inflasi inti secara tahunan atau year on year (yoy) adalah 2,58%. Hal ini terutama dipengaruhi oleh penurunan harga komoditas emas perhiasan seiring dengan pergerakan harga emas global. Sedangkan untuk indeks harga konsumen terjadi inflasi 3,55%.

"Di 2022 akan melewati batas atas 4pct. Namun di 2023 inflasi kembali ke range," ujarnya.

Dari sisi nilai tukar rupiah sejauh ini juga terjaga, meskipun ada pelemahan. Nilai tukar Rupiah sampai dengan 22 Juni 2022 terdepresiasi sekitar 4,14% (ytd) dibandingkan dengan level akhir 2021, relatif lebih baik dibandingkan dengan depresiasi mata uang sejumlah negara berkembang lainnya, seperti India 5,17%, Malaysia 5,44%, dan Thailand 5,84%.

"Kita memperkuat dan mendukung stabilitas makro ekonomi," pungkasnya


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Masih Tahan Suku Bunga Acuan 3,5%, Ini Penjelasan Lengkap BI


(mij/mij)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading