Dow Futures Rebound! Sinyal Baik Buat Wall Street?

Market - Annisa Aflaha, CNBC Indonesia
09 June 2022 18:47
Traders work on the floor at the New York Stock Exchange (NYSE) at the end of the day's trading in Manhattan, New York, U.S., August 27, 2018. REUTERS/Andrew Kelly

Jakarta, CNBC Indonesia - Kontrak berjangka (futures) indeks bursa Amerika Serikat (AS) menguat di perdagangan hari ini, Kamis (9/6/2022), setelah mayoritas indeks berakhir lebih rendah dan imbal hasil (yield) obligasi naik kemarin.

Kontrak futures indeks Dow Jones naik 103 poin atau 0,3%. Hal serupa terjadi pada indeks S&P 500 dan Nasdaq menguat yang masing-masing sebesar 0,4%.

Sentimen hari ini terbantu setelah Bloomberg memberitakan bahwa China mungkin membiarkan IPO Ant Group bergerak maju, tanda lain bahwa Beijing dapat menghentikan tindakan keras terhadap emiten teknologinya. Saham Alibaba juga melesat lebih dari 4% karena berita tersebut.


Saham Five Below anjlok lebih dari 7% di pra-pembukaan perdagangan setelah melaporkan data penjualan kuartal I-2022 yang lebih rendah dari perkiraan dan panduan keuangan yang menurun pada periode saat ini.

Di pasar reguler kemarin, indeks Dow Jones turun 269,24 poin atau terkoreksi 0,81% ke posisi 32.910,9. Sedangkan, indeks S&P 500 merosot 1,08% dan berakhir ke 4.115,77. Nasdaq terkoreksi 0,73% dan ditutup ke posisi 12.086,27.

Pergerakan tersebut terjadi karena investor masih mencari petunjuk terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi dari Indeks Harga Konsumen (IHK) per Mei yang dijadwalkan akan dirilis pada Jumat (10/6). IHK Mei diprediksikan akan melandai jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya dan dapat mengindikasikan bahwa inflasi telah mencapai puncak.

Sementara itu, pasar obligasi memberi sedikit harapan pada investor, di mana yield obligasi tenor 10 tahun naik di atas 3%. Harga minyak juga melonjak dan menyentuh rekor tertinggi sejak 13 pekan, di mana harga minyak jenis West Texas Intermediate lompat 2,26% ke US$ 122,11/barel.

Kepala Penelitian Fundstrat Tom Lee mengatakan bahwa kemungkinan pendaratan yang lembut dari bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) meningkat dan saham-saham telah dihargai dalam hampir resesi besar-besaran.

"Saya pikir ada serangkaian kenaikan yang akan datang, tapi sebenarnya The Fed lebih hawkish daripada ekspektasi yang membuat pasar khawatir," tambahnya dikutip dari CNBC International.

Hari ini, investor akan disibukkan oleh rilis data dari klaim pengangguran dan musim rilis kinerja keuangan dari Nio, DocuSign, dan Rent.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Yield Treasury AS Naik Lagi, Dow Futures Kompak Terkoreksi


(aaf/vap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading