Dolar Singapura Jeblok! Bukan Karena UAS, tapi Minyak Goreng

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
20 May 2022 10:55
Ustaz Abdul Somad (Ari Saputra/detikcom)

Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar dolar Singapura yang belakangan ini terus menguat melawan rupiah akhirnya jeblok. Bukan karena Ustaz Abdul Somad (UAS) yang menyerukan untuk tidak berbelanja ke Singapura, tetapi karena ekspor minyak goreng serta minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan turunannya kembali diperbolehkan.

Pada perdagangan Jumat (20/5/2022) pagi, dolar Singapura jeblok hingga 0,92% ke Rp 10.565/SG$ di pasar spot, melansir data Refinitiv. Jebloknya tersebut nyaris membalikkan penguatan 1,08% yang dicatat dolar Singapura kemarin.

Sebelumnya, Singapura menjadi menjadi sorotan media di dalam negeri hingga manca negara setelah menolak kedatangan Ustaz Abdul Somad. 


Pasca penolakan tersebut, UAS menyerukan untuk tidak lagi berbelanja ke Singapura.

"Hari ini kita barangkali tidak perlu gunakan uang kita untuk belanja ke Singapura, dananya bisa dialihkan untuk berwakaf bersama UAS," tulis UAS dalam unggahan akun Instagram yang dikutip CNNIndonesia.com pada Rabu (18/5/2022).

Untuk diketahui, Indonesia merupakan salah satu pasar ekspor terbesar Singapura. Jika seruan UAS tersebut sampai berdampak pada boikot produk Singapura, tentunya akan memberikan efek signifikan. Apalagi, pertumbuhan ekonomi Singapura sangat mengandalkan ekspor.

Nilai ekspor ke Indonesia mencapai US$ 28,8 miliar sepanjang 2021, berdasarkan data International Trade Center. Dari total nilai tersebut, ekspor terbesarnya yakni HS 27 yakni bahan bakar mineral, mineral minyak dan produk distilasinya. Nilainya mencapai US$ 6,8 miliar. Di urutan kedua, ada HS 85 yakin mesin listrik dan peralatannya dengan nilai US$ 6,6 miliar.

Meski demikian, dalam beberapa hari terakhir dolar Singapura terus menanjak, dan baru berbalik merosot pada hari ini. Sebab, rupiah akhirnya mendapatkan tenaga setelah Presiden Jokowi mengumumkan pembukaan kembali larangan ekspor produk minyak sawit termasuk minyak goreng dan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO).

"Berdasarkan kondisi pasokan dan harga minyak goreng saat ini, serta mempertimbangkan adanya 17 juta orang tenaga di industri sawit petani dan pekerja dan tenaga pendukung lainnya maka saya memutuskan ekspor minyak goreng akan dibuka kembali pada Senin 23 Mei 2022 ," kata Jokowi dalam pernyataan resminya, Kamis (19/5/2022).

Kabar tersebut tentunya memberikan dampak yang positif, sebab CPO merupakan salah satu penyumbang devisa terbesar. Nilai ekspor CPO setiap bulannya mencapai US$ 2,5 miliar - 3 miliar.

Sebelumnya, Jokowi melarang ekspor CPO sejak 29 April lalu, dan rupiah sulit untuk menguat. Saat ini, devisa menjadi penting untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah tekanan dari eksternal yang sangat besar.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Banyak Tekanan, Rupiah Malah Menguat Lawan Dolar Singapura


(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading