Kurs Dolar Singapura Pagi Jeblok Siang Naik, Ini Penyebabnya!

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
11 January 2022 15:35
Singapore currency notes are seen through a magnifying glass among other currencies in this photo illustration taken in Singapore April 12, 2013. REUTERS/Edgar Su

Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar dolar Singapura jeblok melawan rupiah di awal perdagangan Selasa (11/1), tetapi kemudian berbalik naik siang ini. Data dari Indonesia yang cukup bagus masih belum mampu membuat rupiah terus menekan dolar Singapura.

Pada pukul 12:32 WIB, SG$ 1 setara Rp 10.553,13, dolar Singapura menguat 0,09% di pasar spot melansir data Refinitiv. Di awal perdagangan, mata uang Negeri Merlion melemah hingga 0,25%.

Rupiah memang sedang bertenaga sejak awal pekan kemarin, dolar Singapura dibuat merosot hingga 0,41%, dan berlanjut pada hari ini.


Penurunan tersebut tergolong tajam untuk dolar Singapura, sehingga memicu koreksi yang membuat harganya naik tipis siang ini.

Apalagi, dolar Singapura masih ditopang ekspektasi pengetatan moneter oleh Otoritas Moneter Singapura (Monetary Authority of Singapore/MAS) di bulan April nanti.

Sementara itu dari dalam negeri, penjualan ritel Indonesia tumbuh impresif pada November 2021. Sebulan sesudahnya, penjualan ritel pun diperkirakan tumbuh positif.

Bank Indonesia pada Selasa (11/1/2022) melaporkan penjualan ritel yang dicerminkan oleh Indeks Penjualan Riil (IPR) periode November 2021 adalah 201. Naik 2,8% dibandingkan bulan sebelumnya (month-to-month/mtm) dan melesat 10,8% dari periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).

"Kinerja penjualan eceran tersebut ditopang oleh penjualan Kelompok Suku Cadang dan Aksesori dan Makanan, Minuman dan Tembakau yang meningkat, sedangkan pertumbuhan penjualan subkelompok Sandang dan Kelompok Bahan Bakar Kendaraan Bermotor tercatat melambat. Secara tahunan, mayoritas kelompok mencatatkan perbaikan kinerja penjualan eceran secara tahunan, terutama Kelompok Bahan Bakar Kendaraan Bermotor dan Makanan, Minuman, dan Tembakau," papar keterangan BI.

Pada Desember 2021, BI memperkirakan IPR berada d 206,9. Naik 3% mtm dan 8,9% yoy.

"Kinerja penjualan eceran diprakirakan meningkat secara bulanan pada Desember 2021 didorong meningkatnya permintaan selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan libur akhir tahun. Hal ini tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Desember 2021 sebesar 206,9 atau secara bulanan tumbuh 3,0% (mtm). Peningkatan penjualan eceran terjadi pada Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi, Peralatan Informasi dan Komunikasi serta Subkelompok Sandang. Secara tahunan, penjualan eceran Desember 2021 diprakirakan tumbuh 8,9% (yoy), terutama ditopang oleh kinerja penjualan Kelompok Bahan Bakar Kendaraan Bermotor yang mencatat pertumbuhan tertinggi," terang laporan BI.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Makin Murah, Kurs Dolar Singapura Kini Dekati Rp 10.530


(pap/pap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading